Teardown iFixit: Trump Mobile T1 Diduga Kloning HTC U24 Pro

Yahoo Tech

Yahoo Tech

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Trump Mobile T1 kembali jadi sorotan setelah iFixit membongkar unit yang didapat NBC News, dan hasilnya mengarah pada satu kesimpulan: ponsel ini nyaris kembaran HTC U24 Pro. Kata kunci publik seperti “teardown iFixit”, “Trump Mobile T1”, dan “HTC U24 Pro” kini ramai karena dugaan kloning perangkat keras yang sulit dibantah.

Ketika unit Trump Mobile T1 akhirnya tiba di tangan para pengulas, banyak orang langsung curiga karena desainnya sangat mirip dengan ponsel HTC yang sudah beredar. Kecurigaan itu bukan sekadar soal bentuk, tetapi soal apakah perangkat ini benar-benar produk baru atau hanya “rebranding” agresif.

Artikel sumber menyebut iFixit, kelompok yang dikenal membongkar gawai populer untuk kebutuhan panduan perbaikan mandiri. Dalam kasus ini, iFixit mengklaim punya “bukti” yang membuat kemiripan T1 dan HTC U24 Pro bukan lagi spekulasi.

Sebelum membuka bodi, iFixit menaruh Trump T1 di pemindai CT dan membandingkannya dengan hasil pemindaian HTC U24 Pro. Hasilnya, keduanya terlihat “hampir identik” dari susunan internal, menurut temuan iFixit.

Setelah dibongkar, kesamaan itu berlanjut pada komponen inti, termasuk prosesor Snapdragon 7 Gen 3 dan sejumlah bagian internal lain yang disebut sama. Ini penting, karena kesamaan SoC dan tata letak internal sering menjadi penanda bahwa dua perangkat berasal dari platform desain yang serupa.

Namun, iFixit juga mencatat beberapa perbedaan yang membuatnya tidak 100 persen identik. Trump T1 disebut memiliki baterai sedikit lebih besar dan pola lubang speaker yang berbeda.

Perbedaan lain ada pada pemasok memori. Penyimpanan dan RAM pada T1 disebut berasal dari Micron, sementara versi U24 Pro menggunakan komponen dari SK Hynix.

Posisi lampu kilat kamera T1 juga sedikit bergeser karena kabel fleksibel yang lebih panjang. Selain itu, perangkat disebut memakai “cat emas khas” yang mengubah identitas visual tanpa mengubah inti perangkat.

Bagian paling mencolok adalah uji silang yang dilakukan iFixit. Mereka menyatakan papan (board) HTC bisa dijalankan di bodi T1 dan berfungsi tanpa kendala.

Temuan itu membuat isu “kloning” terasa lebih teknis daripada sekadar tuduhan. Jika board kompatibel lintas bodi, maka kedekatan desain bukan kebetulan, melainkan konsekuensi dari platform yang sangat serupa.

Pertanyaan besar berikutnya adalah soal manufaktur. Produk ini sempat dipromosikan sebagai “dibuat di Amerika”, tetapi frasa itu disebut diam-diam dihapus dari situsnya.

Di sisi lain, boks ponsel menyatakan perangkat “dengan bangga dirakit di AS”. iFixit menilai mungkin saja Trump Mobile mengimpor rangka dan layar sebagai unit yang sudah terakit, lalu menambahkan komponen lain di Amerika Serikat.

Dalam industri ponsel, rebranding bukan hal baru, tetapi transparansi adalah garis batasnya. Ketika kemiripan berubah menjadi kompatibilitas board, publik wajar bertanya apakah “produk baru” ini sekadar identitas baru untuk desain yang sudah ada.

Label “assembled in the USA” juga memantik debat lama tentang makna produksi lokal. Merakit komponen impor di dalam negeri bisa sah secara label, tetapi tidak selalu sejalan dengan persepsi konsumen tentang “made in America”.

Di titik ini, isu Trump Mobile T1 bukan hanya soal spesifikasi, tetapi soal kepercayaan. Jika bahasa pemasaran bergeser diam-diam, maka pembeli akan menilai bukan dari janji, melainkan dari pembuktian teknis seperti teardown iFixit.

Teardown iFixit terhadap Trump Mobile T1, sebagaimana dilaporkan melalui unit yang diperoleh NBC News, menguatkan dugaan bahwa perangkat ini nyaris kloning HTC U24 Pro dengan perbedaan kosmetik dan beberapa vendor komponen. Pertanyaan yang tersisa bukan semata “apakah mirip”, tetapi “seberapa jujur narasi yang dibangun di balik kemiripan itu”.

Pada akhirnya, ponsel bukan hanya benda, tetapi kontrak kepercayaan antara merek dan pengguna. Jika klaim asal-usul dan proses manufaktur dibiarkan kabur, konsumen akan belajar satu hal: yang paling mahal dari sebuah gawai adalah janji yang tidak bisa dibuktikan. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juni 2026)