Advan Ultra Watch dan Tren Lari 5K Bandung: 10.000 Langkah

Radar Bandung

Radar Bandung

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM – Advan Ultra Watch dibawa ke lintasan publik lewat “Run Like a Pro” 5K di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, yang diikuti 150 pelari pada 25 Juli 2026. Di tengah ledakan tren lari 5K dan kampanye 10.000 langkah per hari, acara ini menegaskan satu hal: olahraga kini dijual sebagai pengalaman, sekaligus sebagai data.

Bandung dan kota-kota besar lain sedang mengalami gelombang “casual running” yang terasa di ruang publik, komunitas, dan media sosial. Lari tidak lagi semata olahraga, melainkan gaya hidup yang menautkan identitas, pergaulan, dan rutinitas.

ADVAN masuk melalui narasi “Run Like a Pro” dan movement “10.000 Steps Daily for 800-Month Healthy Life”. Brand Director ADVAN, Andy Gusena, menyebut wearable mereka ingin membuat aktivitas lebih “mudah, menyenangkan, dan terukur”.

Di permukaan, ajakan 10.000 langkah terdengar sederhana dan inklusif. Namun di baliknya ada pertanyaan klasik kesehatan publik: apakah perubahan perilaku lahir dari kesadaran, atau dari dorongan kampanye yang melekat pada produk?

Angka 10.000 langkah dikenal luas sebagai patokan populer, meski asal-usulnya banyak ditelusuri dari kampanye pemasaran pedometer di Jepang pada 1960-an. Sejumlah studi modern menunjukkan manfaat kesehatan bisa muncul pada angka lebih rendah, misalnya kisaran 7.000–8.000 langkah per hari, tergantung usia dan kondisi.

Namun, popularitas 10.000 langkah tetap kuat karena mudah dipahami dan mudah ditargetkan. Dalam bahasa komunikasi massa, target sederhana lebih cepat menjadi kebiasaan, apalagi jika diberi “penghitung” di pergelangan tangan.

Di titik ini, Advan Ultra Watch menawarkan fitur yang menempel pada kebutuhan pelari pemula. Marketing Manager ADVAN Indonesia, Melly Karmelia, menonjolkan Running Interval, Music On The Go, dan Offline GPS.

Fitur interval membantu latihan lebih terstruktur, terutama untuk pelari yang ingin naik level dari sekadar “lari santai”. Offline GPS juga relevan untuk aktivitas outdoor, karena pelacakan tidak sepenuhnya bergantung pada ponsel.

Produk ini juga membawa spesifikasi yang menarget pasar menengah: layar AMOLED 1,43 inci, lebih dari 100 sports mode, dan ketahanan air 5 ATM. Harga Rp1.499.000 diposisikan sebagai “harga spesial” dan didorong lewat kanal e-commerce.

Di sisi lain, event lari 5K adalah format yang efektif untuk menjembatani teknologi dan emosi. Orang tidak hanya melihat spesifikasi, tetapi merasakan suasana, komunitas, dan validasi sosial saat berlari bersama figur publik.

Kehadiran Hengky Kurniawan memperkuat efek itu. Ia menyebut kebiasaan kecil yang konsisten sebagai kunci, dan berharap anak muda terdorong untuk bergerak sejak sekarang.

Dalam kerangka tren, ini selaras dengan pergeseran industri wearable global yang menekankan habit-building. Jam tangan pintar tidak lagi sekadar aksesori, melainkan “pelatih mini” yang memproduksi notifikasi, target, dan rasa bersalah bila target tak tercapai.

Di sinilah aspek yang jarang dibahas muncul: data. Wearable mengubah tubuh menjadi angka, dan angka menjadi komoditas pengalaman, bahkan ketika pengguna hanya ingin sehat.

Kampanye hidup aktif seperti ini patut diapresiasi karena menurunkan “ambang masuk” olahraga. Banyak orang gagal memulai karena olahraga terasa berat, mahal, atau memalukan bila dilakukan sendirian.

Namun, ada batas tipis antara memudahkan kebiasaan sehat dan memonetisasi kecemasan kesehatan. Ketika “hidup sehat” selalu ditautkan pada perangkat, publik bisa lupa bahwa inti perubahan ada pada ruang aman untuk bergerak, bukan pada layar AMOLED.

Bandung Barat dan kawasan sekitarnya butuh lebih dari event sesekali. Ia butuh trotoar yang layak, rute lari yang aman, penerangan, ruang hijau, dan budaya transportasi yang tidak memusuhi pejalan kaki.

Wearable dapat membantu, tetapi tidak menggantikan ekosistem. Jika lingkungan tidak mendukung, target 10.000 langkah akan menjadi target yang hanya realistis bagi mereka yang punya waktu, akses, dan rasa aman.

Di sisi konsumen, literasi juga penting. Pengguna perlu memahami bahwa metrik seperti langkah, pace, atau kalori adalah indikator, bukan vonis kesehatan.

Jika ADVAN ingin benar-benar menjadi “partner” gaya hidup sehat, ukuran keberhasilannya bukan hanya penjualan jam tangan. Ukurannya adalah apakah lebih banyak orang bertahan bergerak setelah euforia event hilang.

“Run Like a Pro with ADVAN ULTRA WATCH” menunjukkan bagaimana tren lari 5K, kampanye 10.000 langkah, dan smartwatch bertemu dalam satu panggung yang rapi. Ia menggabungkan komunitas, figur publik, dan teknologi menjadi narasi perubahan gaya hidup.

Tetapi pertanyaan yang tersisa lebih penting dari rute 5 kilometer itu. Apakah kita sedang membangun generasi yang sehat karena konsisten bergerak, atau hanya generasi yang rajin mengoleksi data tentang geraknya?

(Orbit dari berbagai sumber, 22 Oktober 2026)