Pasukan Pemerintah Yaman Laporkan Adanya Korban Jiwa dan Kerugian Materi Akibat Serangan Houthi
Kelompok Houthi berkumpul di Lapangan Sabeen untuk menggelar demonstrasi guna mendukung pernyataan pemimpin Houthi di Yaman, Abdul Malik al-Houthi, di Sanaa, Yaman, pada 17 Juli 2026.
InternasionalORBITINDONESIA.COM - Pasukan Darurat pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan pada hari Kamis bahwa mereka mengalami korban jiwa dan kerugian harta benda akibat serangan Houthi yang menyasar sejumlah kamp dan unit militer lainnya, demikian dilaporkan Anadolu.
Pasukan tersebut tidak memberikan rincian mengenai kerugian maupun lokasi yang menjadi sasaran serangan.
"Serangan ini terjadi setelah keberhasilan di bidang keamanan dan militer yang dicapai oleh angkatan bersenjata dalam menjalankan tugas mereka berdasarkan arahan Menteri Pertahanan Taher al-Aqili," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sementara itu, sejumlah media lokal, termasuk situs berita independen Yemen Future, melaporkan adanya puluhan korban tewas dan luka-luka akibat serangan rudal Houthi terhadap kamp pasukan pemerintah di provinsi Marib (wilayah tengah) dan Hadramawt (wilayah timur). Mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Kelompok Houthi kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa kelompoknya melancarkan "operasi militer berskala besar dan strategis" yang menyasar konsentrasi militer yang didukung Arab Saudi di wilayah Ruwaik, Al-Abr, Al-Thaniyah, serta kamp-kamp lain milik Brigade Darurat Pertama dan Ketiga, dengan menggunakan sejumlah besar rudal balistik dan pesawat nirawak (drone).
Insiden ini terjadi di tengah pertempuran sporadis di beberapa garis depan di seluruh Yaman sejak awal Juli, yang mengakibatkan puluhan korban jiwa di kedua belah pihak.
Yaman telah mengalami situasi pertempuran yang relatif mereda sejak April 2022. Perang ini bermula lebih dari 11 tahun yang lalu, melibatkan pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi melawan kelompok Houthi yang didukung Iran—kelompok yang telah menguasai ibu kota Sanaa dan wilayah-wilayah lain di negara tersebut sejak 21 September 2014. ***