DECEMBER 9, 2022
Internasional

Sultan Johor Resmi Menjadi Raja Malaysia ke-17, Sultan Perak Jadi Wakil Yang di-Pertuan Agong

image
Arsip - Sultan Johor, Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar (kiri), menerima kunjungan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di Istana Bukit Serene, Johor, Malaysia, 2 Juni 2023. (ANTARA/HO-Biro Humas Setjen Kementerian Pertahanan RI)

ORBITINDONESIA.COM - Sultan Johor, Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar, resmi menjadi Raja Malaysia ke-17 setelah mengucapkan sumpah jabatan.

Sultan Johor menandatangani pernyataan, dalam sebuah upacara adat di Kuala Lumpur pada Rabu, 31 Januari 2024.

Upacara itu menandai dimulainya masa pemerintahan Sultan Ibrahim sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-17 selama lima tahun.

Baca Juga: Jonatan Christie Mengaku Tersingkir di Malaysia Open 2024 Karena Kurang Bermain Tenang

Dalam Rapat Khusus ke-263 Dewan Penguasa di Istana Negara pada 27 Oktober 2023, dia terpilih sebagai Raja Malaysia menggantikan Al Sultan Abdullah yang telah menyelesaikan jabatannya pada Selasa, 30 Januari 2024.

Saat mengucapkan sumpah yang juga disiarkan secara daring, Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim berjanji akan menjalankan pemerintahan secara adil, bersungguh-sungguh menjaga dan membela kemurnian agama Islam, perdamaian dan kesejahteraan umat.

Pada kesempatan yang sama, Sultan Perak Sultan Nazrin Shah juga mengucapkan sumpah sebagai Wakil Yang di-Pertuan Agong.

Baca Juga: Pemerintah Malaysia Tak Mendukung, Jepang Batal Menggarap Proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura

Upacara itu dilakukan dalam Rapat Khusus ke-264 Dewan Penguasa yang dipimpin Sultan Terengganu, Sultan Mizan Zainal Abidin.

Bertindak sebagai saksi sumpah jabatan itu adalah Sultan Selangor Sharafuddin Idris Shah dan Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Muhriz Ibni Almarhum Tuanku Munawir.

Sebagai kepala pemerintahan, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membacakan isi pernyataan itu dan menandakan secara resmi Sultan Ibrahim sebagai Kepala Negara Malaysia yang baru berdasarkan hukum dan Konstitusi Federal.

Baca Juga: Dubes RI untuk Malaysia Hermono Merespons Video yang Tuduh Intervensi Intelijen dalam Pemilu 2024

Upacara itu dihadiri oleh raja-raja Melayu dari seluruh Malaysia dan para pejabat lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait