DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Membuat Songkok di Gresik, Tradisi Lama yang Terus Bertahan

image
Ilustrasi songkok atau kopiah buatan Gresik (foto: smanUSA)

ORBITINDONESIA.COM - Gresik, sebuah kota yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, terdapat sebuah tradisi lama yang masih terjaga hingga kini, yaitu pembuatan songkok atau kopiah yang biasa dikerjakan di satu ruangan yang disebut besali.

Orang Gresik mengucapkannya dengan kata Mbesali. Besali, dalam konteks sosial dan ekonomi di Gresik, bukan hanya sekadar tempat kerja atau workshop tempat pembuatan songkok atau kopiah. Ini adalah ruang yang menampung cerita, harapan, dan juga tantangan.

Istilah besali merujuk pada sebuah ruang kerja atau bengkel atau workshop (?) dimana para perajin dengan penuh ketelitian dan keahlian menghasilkan songkok yang tidak hanya menjadi bagian dari identitas lokal tetapi juga telah menjangkau pasar luas di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Persija Jakarta Datangkan Bek Gresik United Akbar Arjunsyah

Ruang kerja ini penuh dengan berbagai peralatan produksi, mulai dari mesin jahit yang berderet, pensil yang seringkali terselip di telinga para perajin sebagai alat tandai, hingga tumpukan bahan-bahan kain bludru dan satin yang akan ditransformasi menjadi songkok yang elegan.

Tak ada mesin jahit listrik. Semuanya mesin jahit engkol, digenjot dengan kaki. Mereknya beragam, namun yang popular Singers (yang ini jarang karena harganya yang mahal) atau Butterfly buatan China.

Deretan mesin jahit, pensil yang terselip di telinga, dan bahan-bahan kerajinan sekan menjadikan besali sebagai saksi bisu perjuangan para perajin dalam mempertahankan warisan budaya sekaligus mencari nafkah.

Baca Juga: Serabi dengan Berbagai Varian Rasa dan Toping Jadi Jajanan Tradisional yang Baru untuk Pembeli di Kota Cirebon

Di sini, 'besali' bukan sekadar ruang kerja; ini adalah dunia tersendiri dimana keahlian, dedikasi, dan warisan budaya berpadu menjadi satu. Ini adalah jantung dari industri kerajinan lokal di Gresik

Di era sebelum kehadiran alat musik portabel modern seperti iPod atau layanan streaming musik Spotify, hiburan sederhana bagi para perajin hanyalah radio atau tape recorder yang menyiarkan lagu-lagu dari stasiun radio lokal favorit, ElBayu dan Mahkota.

Berada di Gresik, saya kerap merasa iri dengan teman-teman yang saat itu sejak usia sekolah menengah pertama telah mulai bekerja atau berwirausaha membuat kopiah.

Baca Juga: Hadiri Kegiatan Santri di Gresik Jawa Timur, Pipi Mahfud MD Dicium Pendukungnya

Mereka tidak hanya belajar keterampilan membuat songkok, tapi juga belajar tentang kemandirian dan pengelolaan keuangan dari hasil kerja keras mereka yang kemudian dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Kudus dan Tanah Abang di Jakarta. Sementara itu, saya sendiri saat itu belum memulai bekerja.

Kawasan Gresik bukan sekadar dikenal sebagai pusat produksi songkok, tetapi juga sebagai saksi bisu dari kesungguhan dan kerja keras warganya. Produksi songkok di sini umumnya adalah usaha rumahan yang menjadi pemasok bagi produsen songkok skala lebih besar.

Dari pembuatan pola, pembuatan bos yang menjadi struktur dalam songkok, proses jahit, hingga bordir dan pengepakan, semua dilakukan dengan detail dan dedikasi yang tinggi.

Baca Juga: Kericuhan Suporter Sepak Bola di Gresik, Polisi Mengerti Jika Penggunaan Gas Air Mata Dilarang, Tapi Tetap Digunakan, Ini Alasannya

Menjelang lebaran, tradisi memecahkan celengan atau 'ngepruk celengan' menjadi momen yang dinantikan oleh para perajin muda. Mereka menggunakan uang hasil kerja keras selama Ramadan untuk membeli busana baru atau bahkan untuk rekreasi ke tempat-tempat wisata favorit seperti Malang atau Tretes, setelah lebaran.

Tempat favorit untuk berenang dulu adalah Porakta, sebuah lokasi di dekat pangkalan Angkatan Laut Tanjung Perak, yang menjadi saksi kegembiraan dan kebersamaan mereka.

Di besali, pembagian pekerjaan terjadi secara alami berdasarkan keahlian. Para pria biasanya bertugas 'ngebos', menggarap struktur dasar songkok, sedangkan pekerjaan 'ngesum', yang membutuhkan ketelitian tinggi biasanya dipegang oleh perempuan.

Baca Juga: Laga Sepak Bola GU vs Deltras FC di Gresik Ricuh, Polisi Tembak Gas Air Mata, 7 Suporter Terluka, Netizen: Tak Belajar dari Pengalaman

Suasana besali adalah perpaduan unik antara aroma keringat, minyak mesin jahit, dan bahan kopiah, menciptakan atmosfer yang khas dan mengesankan bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Tradisi besali di Gresik bukan hanya tentang pembuatan songkok, tetapi juga tentang pelestarian budaya, transfer pengetahuan antargenerasi, dan bukti nyata dari semangat komunitas dalam menjaga dan melestarikan warisan lokal.

Di tengah modernisasi dan persaingan pasar, besali dan songkok Gresik tetap berdiri teguh, mengukir sejarah dan identitas yang tidak tergantikan.

Baca Juga: BRI Liga 1: Imbas Rusuh Suporter Gresik United, Laga Persebaya Surabaya Melawan PSIS Semarang Resmi Ditunda

Tradisi pembuatan songkok di Gresik, yang telah lama dikenal luas, memperlihatkan bagaimana besali menjadi pusat produksi yang vital. Produksi songkok yang dilakukan dari rumah ke rumah, dari satu besali ke besali lain, menggambarkan ekosistem ekonomi lokal yang kuat.

Namun, di balik itu, ada berbagai aspek kritis yang perlu ditelaah lebih dalam. Sebagai usaha – dalam istilah sekarang skala UMKM rumahan -- kondisi kerja di besali sering kali jauh dari ideal. Para pekerja bekerja dalam lingkungan yang penuh dengan aroma campuran keringat dan minyak mesin.

Tradisi di besali yang menghidupi banyak keluarga di Gresik, mengajarkan nilai-nilai penting seperti kemandirian dan kebijaksanaan finansial sejak usia muda. Di sisi lain, besali dan tradisi pembuatan songkok di Gresik menghadapi tantangan dari kemajuan teknologi dan persaingan pasar yang ketat.

Baca Juga: Ragam Tradisi Perayaan Tahun Baru di Seluruh Dunia

Sejak lulus SMA, saya kurang update tentang proses pembuatan songkok, termasuk besali. Itu sebabnya, dalam hati saya selalu bertanya-tanya, dengan munculnya metode produksi massal dan impor produk serupa dari luar negeri, apakah besali dan tradisinya bertahan?

Terdapat aspek sosial yang mendalam dalam tradisi besali. Ini tidak hanya tentang mencari nafkah, tetapi juga tentang menjaga dan melestarikan warisan budaya. Bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi untuk mendukung keberlangsungan besali, tidak hanya dari aspek ekonomi tetapi juga sebagai bagian dari pelestarian budaya?

Lanskap sosial dan ekonomi Gresik diwarnai oleh besali, di mana para perajin dengan sabar dan teliti mengerjakan songkok yang tidak hanya menandakan identitas lokal tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas di seluruh Indonesia.
Dengan latar belakang suara mesin jahit dan radio sebagai teman, mereka menenun mimpi dan aspirasi ke dalam setiap produk yang dibuat.

Baca Juga: Perkumpulan Boen Tek Bio Lestarikan Tradisi dan Budaya China Benteng di Tangerang

Dalam bayangan saya, dengan menonjolkan keunikan dan aspek emosionalnya, besali bisa jadi tempat destinasi, terutama bagi-orang yang yang menginginkan experience dalam wisatanya.

(Oleh: Edhy Aruman, wartawan senior) ***

Sumber: gresikpedia.blogspot.com

Berita Terkait