DECEMBER 9, 2022
Internasional

Benjamin Netanyahu: Israel Tak Akan Setujui Gencatan Senjata dengan Hamas Tanpa Pembebasan Sandera

image
Ilustrasi - Asap mengepul setelah terjadi serangan udara Israel di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan. (ANTARA/Xinhua/Yasser Qudih/pri.)

ORBITINDONESIA.COM - Israel tidak akan menghalangi kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, di Jalur Gaza. Namun Israel tidak akan menyetujui gencatan itu tanpa pembebasan sandera, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu, 7 April 2024.

“Saya perjelas kepada masyarakat internasional bahwa tidak akan ada gencatan senjata tanpa pembebasan orang-orang yang disandera. Ini tidak akan terjadi,” kata Netanyahu mengawali rapat kabinet.

“Ini adalah kebijakan pemerintah Israel, dan saya menyambut baik fakta bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden beberapa hari lalu menegaskan tetap pada sikap yang sama,” lanjut Netanyahu.

Baca Juga: Video Eksklusif Al Jazeera: Tentara Israel Sengaja Tembaki Warga Palestina yang Kumpulkan Bantuan di Gaza

Dia juga mengatakan bahwa kemungkinan kesepakatan tersebut dihalangi oleh Hamas, bukan Israel.

“Tuntutan ekstrem Hamas bertujuan untuk mengakhiri perang dan membiarkan Hamas tetap utuh, memastikan kelangsungan hidupnya, rehabilitasi serta kemampuan untuk membahayakan warga negara dan tentara kami," katanya.

"Mematuhi tuntutan Hamas akan memungkinkan mereka mengulangi kejahatan seperti serangan 7 Oktober, lagi dan lagi," kata Netanyahu.

Baca Juga: Kolombia Gabung Afrika Selatan, Seret Israel ke Mahkamah Internasional Terkait Tuduhan Genosida di Gaza

Tentara Israel telah menghancurkan 19 dari 24 batalyon Hamas, termasuk komandan senior mereka, meniadakan rumah sakit Shifa dalam enam bulan perang di Jalur Gaza dan terus menghancurkan infrastruktur bawah tanah kelompok tersebut, kata Netanyahu.

“Selangkah lagi kami menang,” ucap PM Israel itu. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait