Budaya Kerja '996' Mengancam Inovasi di Era AI

ORBITINDONESIA.COM – Budaya kerja '996' yang diadopsi dari China kini merambah perusahaan teknologi AS, namun apakah itu solusi era AI?

Penerapan jadwal kerja '996' di perusahaan teknologi Amerika Serikat menimbulkan pertanyaan tentang relevansi budaya kerja ini di tengah perlombaan AI. Sistem ini mencerminkan kesalahpahaman mendalam mengenai masa depan pekerjaan dan motivasi pekerja saat ini.

Pendekatan '996' menekankan kehadiran fisik alih-alih dampak nyata, mengabaikan riset yang menunjukkan bahwa inovasi tidak dapat dipaksakan dengan jam kerja panjang. Menurut peneliti dari Universitas Pennsylvania, makna kerja ditemukan dalam komunitas, kontribusi, dan tantangan, bukan dalam jumlah jam kerja.

Keberhasilan di masa depan tidak diukur dengan jam kerja tapi dengan nilai yang diberikan kepada pekerja. Generasi muda menuntut fleksibilitas dan kerja yang selaras dengan nilai-nilai mereka. Penerapan budaya kerja lama dalam era digital adalah langkah mundur, bukan maju.

Memahami bahwa pekerja saat ini mencari makna dan integrasi dalam kehidupan kerja adalah kunci untuk memenangkan masa depan. Apakah perusahaan siap berubah dan menawarkan lebih dari sekedar gaji atau ulasan kinerja? Inilah saatnya untuk mempertimbangkan kembali strategi manajerial.

(Orbit dari berbagai sumber, 25 Agustus 2025)