Trump dan Ancaman terhadap Independensi Federal Reserve
ORBITINDONESIA.COM – Pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole baru-baru ini menyoroti kemungkinan pemotongan suku bunga, tetapi langkah ini tidak sepenuhnya menggembirakan bagi Presiden Donald Trump. Sebaliknya, Trump justru terlibat dalam perselisihan dengan bank sentral terkait pemecatan salah satu gubernurnya, Lisa Cook.
Upaya Trump untuk memecat gubernur Fed, bersama dengan serangan publiknya terhadap Powell, menimbulkan ancaman nyata terhadap independensi bank sentral yang sudah berjalan selama 111 tahun. Investor berspekulasi sejauh mana Trump akan melangkah dan dampak potensial dari pertempuran hukum yang mungkin terjadi, serta dampaknya terhadap pasar, dolar, dan utang AS.
Intervensi Trump mengingatkan pada kebijakan ekonomi Turki di bawah Recep Tayyip Erdogan, yang menyebabkan inflasi melonjak dan lira runtuh. Kisah serupa terjadi di Argentina, di mana ketidakstabilan kebijakan moneter menyebabkan hiperinflasi. Di AS, ancaman terhadap independensi Fed telah terjadi sebelumnya, seperti saat Presiden Nixon memecat Ketua Fed William McChesney Martin.
Jika Trump berhasil memecat Cook, ini dapat membuka jalan bagi pemecatan gubernur lainnya, merusak persepsi independensi Fed. Ini bisa menyebabkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi dan dampak ekonomi yang merugikan. Sejarah menunjukkan bahwa campur tangan politik dalam kebijakan moneter dapat berdampak destruktif.
Menjaga independensi Federal Reserve adalah kunci untuk stabilitas ekonomi jangka panjang. Ancaman terhadap lembaga ini bisa menciptakan preseden berbahaya bagi negara lain. Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memahami implikasi dari setiap tindakan yang memengaruhi stabilitas ekonomi global.
(Orbit dari berbagai sumber, 30 Agustus 2025)