Tarif Dagang AS-India: Ketegangan Baru di Pasar Minyak Global
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan India meningkat setelah AS menggandakan tarif barang India, menantang kedaulatan perdagangan New Delhi.
Ketegangan ini berawal dari keputusan India untuk terus membeli minyak dari Rusia di tengah tekanan AS yang menginginkan penghentian tersebut. Presiden AS, Donald Trump, merespons dengan menaikkan tarif hingga 50% pada barang-barang India, mempengaruhi lebih dari setengah ekspor India ke AS.
Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, menyatakan keprihatinan atas sikap India yang dianggap arogan. Di sisi lain, India berpegang teguh pada prinsip kedaulatan ekonominya. Dengan diskon 25% dari AS sebagai iming-iming, India tetap kukuh pada jalurnya, menandakan pergeseran geopolitik dan ekonomi yang lebih luas.
India, di bawah kepemimpinan Modi, menunjukkan tekad untuk mempertahankan kebijakan luar negerinya yang independen. Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang pernyataan politik di panggung global. Sementara itu, strategi AS tampak semakin terfokus pada pembatasan pengaruh Rusia dengan menggunakan tekanan ekonomi.
Pertarungan tarif ini membuka perdebatan tentang kemandirian ekonomi di era globalisasi. Apakah India akan berhasil mempertahankan posisinya tanpa mengorbankan hubungan dagang dengan AS? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
(Orbit dari berbagai sumber, 30 Agustus 2025)