AI Ungkap 1,000+ Jurnal Akses Terbuka Bermasalah

ORBITINDONESIA.COM – Dalam upaya terbaru untuk memperbaiki kualitas penerbitan ilmiah, alat kecerdasan buatan telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 jurnal akses terbuka bermasalah yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Dengan pertumbuhan pesat jurnal akses terbuka, muncul kekhawatiran akan praktik penerbitan yang meragukan. Banyak jurnal ini mengenakan biaya publikasi tanpa melakukan tinjauan sejawat yang ketat atau pengecekan kualitas, menimbulkan ancaman bagi integritas ilmiah.

Alat AI menganalisis sekitar 15,000 judul jurnal, mencari indikator mencurigakan seperti waktu penerbitan yang singkat dan tingkat sitasi diri yang tinggi. Alat ini juga memeriksa kredibilitas dewan editorial dan transparansi tentang biaya dan lisensi, dengan pelatihan dari pedoman Directory of Open Access Journals (DOAJ).

Meski AI menawarkan solusi potensial, ada risiko kesalahan dan kebutuhan akan intervensi manusia dalam proses evaluasi. Peneliti menekankan pentingnya kolaborasi antara teknologi dan keahlian manusia untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan.

Penemuan ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam dunia penerbitan ilmiah. Dengan memanfaatkan AI, kita dapat mempercepat proses evaluasi, namun harus tetap waspada akan batasan teknologi tersebut. Pertanyaannya kini, bagaimana komunitas ilmiah dapat beradaptasi dan memastikan integritas penelitian tetap terjaga?

(Orbit dari berbagai sumber, 31 Agustus 2025)