Tragedi di Kantor DPRD Makassar: Ketika Protes Berujung Duka
ORBITINDONESIA.COM – Kerusuhan di kantor DPRD Makassar pada Jumat malam berakhir tragis dengan tiga korban jiwa, menandai babak baru dalam gelombang protes yang mengguncang negeri.
Demonstrasi yang berujung pembakaran terjadi di kantor DPRD Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang menjadi korban kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Jakarta. Kematian ini memicu kemarahan publik terhadap kebijakan pemerintah dan menyoroti ketegangan antara masyarakat dan aparat.
Kerusuhan di Makassar bukan hanya tentang amarah sesaat, tetapi juga akumulasi kekecewaan terhadap kebijakan DPR RI. Isu anggaran, seperti tunjangan rumah bagi anggota parlemen, telah menjadi pemicu ketidakpuasan yang meluas. Data menunjukkan, dalam beberapa tahun terakhir, ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah dan DPR meningkat signifikan.
Insiden ini memperlihatkan bahwa demonstrasi yang damai dapat berubah menjadi kekerasan ketika dialog antara rakyat dan pemegang kebijakan terputus. Peristiwa di Makassar mengingatkan kita betapa pentingnya komunikasi yang efektif dan responsif dari pemerintah. Jika tidak, rasa frustrasi masyarakat dapat meledak menjadi aksi yang lebih destruktif.
Tragedi di kantor DPRD Makassar seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah dan masyarakat. Bagaimana kita dapat menciptakan ruang dialog yang lebih inklusif dan menghindari korban jiwa di masa depan? Mungkin saatnya kita mempertimbangkan kembali cara berkomunikasi dan berkompromi demi kebaikan bersama.
(Orbit dari berbagai sumber, 31 Agustus 2025)