Pelanggaran Data Google: Ancaman dan Keamanan Akun

ORBITINDONESIA.COM – Google mengalami pelanggaran data yang mengancam informasi pengguna tertentu, meskipun data Gmail dan Google Cloud tetap aman.

Pada insiden terbaru, peretas berhasil menembus database Salesforce Google yang menyimpan data pelanggan untuk bisnis. Meskipun data pribadi seperti kata sandi tidak bocor, informasi kontak bisnis dasar telah terpapar. Ini memicu kekhawatiran tentang keamanan data di era digital yang semakin kompleks.

Google menyarankan penggunaan passkey, metode keamanan berbasis biometrik, untuk melindungi akun pengguna. Dengan meningkatnya serangan peretasan yang didorong oleh AI, metode ini dianggap lebih aman dibandingkan otentikasi dua faktor. Passkey, yang tidak dapat dituliskan atau diberikan secara tidak sengaja, menawarkan perlindungan kuat terhadap ancaman seperti phishing.

Dalam dunia yang semakin tergantung pada teknologi, keamanan data menjadi prioritas utama. Pelanggaran ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan teknologi besar pun tidak kebal terhadap serangan siber. Kebutuhan untuk terus memperbarui dan meningkatkan metode keamanan menjadi lebih mendesak.

Sebagai pengguna, penting untuk tidak meremehkan keamanan siber. Mengikuti rekomendasi keamanan seperti yang disarankan Google dapat membantu melindungi informasi pribadi kita. Namun, pertanyaannya adalah sejauh mana kita siap beradaptasi dengan teknologi baru untuk menjaga keamanan kita? (Orbit dari berbagai sumber, 1 September 2025)