Mimpi Buruk: Prediktor Kematian Dini yang Mengejutkan

Mimpi Buruk: Prediktor Kematian Dini yang Mengejutkan

Mimpi Buruk: Prediktor Kematian Dini yang Mengejutkan

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa frekuensi mimpi buruk dapat menjadi indikator kuat bagi risiko kematian dini, melebihi faktor risiko kesehatan lainnya.

Ilmuwan dari UK Dementia Research Institute dan Imperial College London mempelajari 183.012 orang dewasa dan 2.429 anak, menemukan hubungan erat antara mimpi buruk dan percepatan penuaan biologis.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan mimpi buruk mingguan berisiko tiga kali lipat meninggal lebih cepat. Telomer dan jam epigenetik digunakan untuk mengukur penuaan, mengaitkan mimpi buruk dengan penuaan dan kematian.

Mimpi buruk, sering dianggap sepele, kini terbukti lebih berbahaya dari kebiasaan merokok atau obesitas. Ini menantang pemahaman kita akan pentingnya kualitas tidur terhadap kesehatan jangka panjang.

Penemuan ini mengajak kita merenungkan pentingnya pengelolaan tidur dan kesehatan mental. Mungkin saatnya kita meninjau ulang bagaimana kita memandang dan menangani masalah tidur untuk masa depan yang lebih sehat.

(Orbit dari berbagai sumber, 1 September 2025)