Bank Indonesia dan Kemenkeu: Burden Sharing untuk Program Prabowo

Bank Indonesia dan Kemenkeu: Burden Sharing untuk Program Prabowo

Bank Indonesia dan Kemenkeu: Burden Sharing untuk Program Prabowo

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan berkolaborasi dalam skema burden sharing guna mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 200 triliun.

Burden sharing bukanlah konsep baru di Indonesia. Skema ini sebelumnya diterapkan selama pandemi COVID-19 untuk menstabilkan ekonomi. Kini, kolaborasi Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan kembali diaktifkan untuk mendukung inisiatif pemerintah dalam sektor perumahan dan koperasi desa.

Pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar sekunder menjadi strategi utama dalam mendukung pembiayaan fiskal pemerintah. Mekanisme ini memungkinkan pemerintah memperoleh dana segar tanpa membebani neraca Bank Indonesia secara langsung. Selain itu, praktik ini mencerminkan monetisasi utang yang sering diperdebatkan dalam konteks independensi bank sentral.

Meskipun burden sharing berpotensi mendongkrak ekonomi, dampaknya terhadap inflasi dan independensi Bank Indonesia tidak boleh diabaikan. Kritikus khawatir bahwa terlalu seringnya intervensi moneter dapat mengaburkan batas antara kebijakan fiskal dan moneter, meningkatkan risiko dominasi fiskal terhadap kebijakan moneter.

Skema burden sharing menyoroti tantangan dan peluang dalam pengelolaan ekonomi makro Indonesia. Pertanyaannya, sejauh mana Bank Indonesia dapat mempertahankan independensinya sambil mendukung pemerintah? Refleksi ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap seimbang dan berkelanjutan.

(Orbit dari berbagai sumber, 6 September 2025)