Prabowo ke China di Tengah Gejolak: Strategi Diplomasi atau Risiko Politik?

Prabowo ke China di Tengah Gejolak: Strategi Diplomasi atau Risiko Politik?

Prabowo ke China di Tengah Gejolak: Strategi Diplomasi atau Risiko Politik?

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah gelombang protes domestik, Presiden Prabowo Subianto memilih menghadiri parade militer di China, menimbulkan pertanyaan tentang prioritas dan strateginya di panggung internasional.

Indonesia dilanda demonstrasi besar-besaran menentang kenaikan pajak dan tunjangan DPR. Insiden tragis menimpa pengemudi ojek online, memicu kemarahan publik. Sementara itu, Prabowo tetap melanjutkan kunjungan ke China untuk menghadiri parade militer, meninggalkan pertanyaan tentang keputusannya di saat krisis.

Kehadiran Prabowo di China dipandang sebagai sinyal pergeseran diplomatik. Peneliti CSIS Waffaa Kharisma menilai ini sebagai pendekatan Indonesia ke arah regional China. Selain itu, posisi strategis Indonesia dalam konflik Indo-Pasifik, terutama terkait Laut China Selatan, membuat hubungan dengan China semakin penting.

Beberapa ahli melihat langkah Prabowo sebagai bagian dari strategi politik bebas aktif Indonesia. Dosen Daniel Peterson menganggap ini sebagai upaya memperkuat posisi internasional Indonesia. Namun, tindakan ini juga dapat dilihat sebagai pengabaian terhadap krisis domestik yang mendesak.

Keputusan Prabowo menghadiri parade militer di China menimbulkan berbagai interpretasi. Apakah ini pertanda prioritas strategis baru atau risiko politik? Indonesia harus menyeimbangkan diplomasi global dan stabilitas domestik. Mampukah Prabowo memimpin Indonesia di tengah tantangan ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 6 September 2025)