Urgensi Reformasi Polri: Mengatasi Budaya Represif dan Pelanggaran Kode Etik
ORBITINDONESIA.COM – Budaya represif dalam tubuh Polri masih menjadi sorotan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), seiring dengan harapan reformasi di era Presiden Prabowo Subianto.
Kompolnas menyoroti tindakan represif aparat dalam menangani massa sebagai masalah yang perlu diatasi. Laporan lembaga-lembaga sipil menunjukkan tindakan berlebihan dan pelanggaran polisi dalam masyarakat. Reformasi Polri diharapkan dapat mengubah budaya kekerasan ini.
Untuk mengatasi budaya represif, Kompolnas menyarankan pembaruan kurikulum pendidikan Polri dengan menekankan isu hak asasi manusia. Penambahan materi HAM diharapkan dapat membentuk polisi yang lebih civilized. Selain itu, penguatan pengawasan internal dan eksternal diusulkan untuk meningkatkan akuntabilitas.
Perubahan budaya dalam institusi kepolisian bukanlah tugas mudah. Mempertimbangkan bahwa kekerasan telah mendarah daging, reformasi harus dilakukan secara menyeluruh. Hal ini mencakup evaluasi SOP dan peningkatan kapasitas anggota dalam penanganan unjuk rasa.
Reformasi Polri harus menjadi prioritas untuk memastikan keamanan dan keadilan bagi masyarakat. Dengan perubahan budaya dan peningkatan pengawasan, dapatkah kita berharap pada masa depan yang lebih aman dan manusiawi? (Orbit dari berbagai sumber, 14 September 2025)