Gempa dan Tsunami Dahsyat 1674: Kisah Tragis yang Tersimpan
ORBITINDONESIA.COM – Pada 17 Februari 1674, tsunami setinggi 100 meter menghantam Ambon, mengubah kehidupan banyak orang dalam sekejap.
Kisah ini terungkap dari catatan George Berhard Rumphius, seorang tentara VOC yang menjadi saksi bencana tersebut. Rumphius mencatat kejadian tersebut dalam bukunya, menggambarkan gempa dan tsunami yang menghancurkan, serta bagaimana tanah bergelombang seperti lautan.
Menurut BMKG, gempa Ambon 1674 tercatat dalam sejarah dengan magnitudo M7,9. Studi menunjukkan bahwa selain getaran, longsor pantai berkontribusi pada tsunami dahsyat ini. Hal ini mengingatkan kita pada kejadian serupa, seperti tsunami Flores 1992 dan Aceh, di mana longsor turut memperparah dampak bencana.
Pengalaman Rumphius yang kehilangan keluarganya dalam bencana tersebut memberikan sudut pandang emosional dan historis yang berharga. Tragedi ini adalah pengingat akan kekuatan alam yang tak terduga dan pentingnya pemahaman serta persiapan menghadapi bencana.
Refleksi dari kejadian ini mengingatkan kita untuk terus meningkatkan mitigasi bencana dan kesadaran publik. Apakah kita sudah siap menghadapi bencana serupa di masa depan?
(Orbit dari berbagai sumber, 14 September 2025)