UBS Group: Strategi Baru untuk Meningkatkan Profitabilitas di AS
ORBITINDONESIA.COM – UBS Group memfokuskan pengurangan biaya dan penyesuaian kompensasi di AS untuk meningkatkan margin keuntungan.
UBS Group, raksasa perbankan Swiss, berupaya meningkatkan profitabilitas divisi manajemen kekayaannya di AS. Persaingan ketat dengan margin yang lebih tinggi dari Morgan Stanley dan Bank of America memaksa UBS untuk berbenah. Salah satu langkahnya adalah memangkas biaya, terutama pada kompensasi penasihat keuangan.
Advisor pay yang menjadi biaya terbesar dalam bisnis manajemen kekayaan menjadi sorotan utama. UBS menargetkan margin sebelum pajak di kisaran belasan persen pada 2027. Langkah ini termasuk memotong bonus tim dan mengurangi tarif pada grid pay, yang dapat menekan penasihat berpenghasilan rendah. Akibatnya, UBS memprediksi penurunan jumlah penasihat, terlihat dari penurunan 195 penasihat pada Maret lalu.
Langkah UBS ini menggambarkan dilema antara efisiensi biaya dan retensi talenta. Memangkas kompensasi bisa mengorbankan motivasi dan loyalitas penasihat. Namun, tanpa langkah ini, UBS mungkin kesulitan bersaing dengan raksasa perbankan lain yang lebih menguntungkan. Strategi ini menunjukkan keberanian UBS dalam beradaptasi terhadap tekanan pasar.
Keputusan UBS untuk merestrukturisasi kompensasi penasihatnya mencerminkan tantangan dan peluang dalam industri perbankan. Apakah pengorbanan jangka pendek ini akan membawa keuntungan jangka panjang? Hanya waktu yang dapat menjawab. Namun, satu hal yang pasti, langkah ini menandai era baru dalam strategi manajemen kekayaan UBS. (Orbit dari berbagai sumber, 16 September 2025)