Iran Pindahkan Markas Skuad Piala Dunia dari AS ke Meksiko dengan Persetujuan FIFA

ORBITINDONESIA.COM - Iran akan menempatkan skuad mereka di kota perbatasan Meksiko, Tijuana, selama Piala Dunia tahun ini setelah badan pengatur sepak bola dunia FIFA menyetujui permintaan untuk memindahkan kamp pelatihan mereka dari Arizona, kata kepala federasi sepak bola Iran pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.

“Kami akan berbasis di kamp Tijuana, yang dekat dengan Samudra Pasifik dan di perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat,” kata Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dalam sebuah video yang diunggah di akun media sosial Telegram mereka.

Taj menambahkan bahwa perpindahan tersebut akan membantu menghindari komplikasi terkait visa setelah perang AS-Israel di Iran, dan bahwa skuad akan dapat terbang langsung ke Meksiko dengan Iran Air.

Iran akan memainkan dua pertandingan pertama Grup G mereka di Los Angeles, melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni, sebelum menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.

“Jarak total antara kami dan tempat pertandingan kami di Los Angeles adalah 55 menit penerbangan,” kata Taj, menambahkan bahwa Tijuana lebih dekat ke tempat pertandingan mereka daripada kamp pelatihan tim yang sebelumnya direncanakan di Arizona.

Iran telah menghadapi ketidakpastian selama berbulan-bulan mengenai pengaturan perjalanan dan keamanan untuk Piala Dunia, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dan telah meminta agar pertandingan mereka dipindahkan dari AS.

Para pejabat Iran mengatakan bulan ini bahwa para pemain dan staf mereka belum menerima visa AS, kurang dari sebulan sebelum dimulainya turnamen. Mereka mulai mengajukan permohonan visa selama masa tinggal mereka di Turki untuk pelatihan pra-turnamen.

Taj mengatakan FIFA telah dimintai jaminan terkait visa, keamanan, dan perlakuan terhadap delegasi Iran.
Iran dijadwalkan bermain melawan Gambia dalam pertandingan persahabatan pada 29 Mei sebelum pelatih Amir Ghalenoei mengumumkan skuad final 26 pemain untuk Piala Dunia sebelum batas waktu FIFA pada 1 Juni.

Piala Dunia berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli.

Perlakuan Tidak Adil

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memastikan tetap akan tampil di Piala Dunia 2026. Mereka mendesak FIFA memberikan jaminan keamanan penuh bagi tim nasional, ofisial, dan para pendukung Iran selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Permintaan itu muncul setelah memanasnya hubungan diplomatik yang menyeret dunia sepak bola internasional.

Iran merasa diperlakukan tidak adil usai delegasi mereka mengalami penolakan masuk ke Kanada menjelang Kongres FIFA beberapa waktu lalu.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menegaskan negaranya tidak ingin kejadian serupa kembali terulang saat Piala Dunia 2026 digelar.

“Kami meminta jaminan bahwa delegasi dan simbol negara kami dihormati selama turnamen berlangsung,” ujar Mehdi Taj.

Ketegangan bermula ketika sejumlah pejabat FFIRI, termasuk Mehdi Taj, dilaporkan sempat tertahan dan tidak diizinkan melanjutkan perjalanan ke Kanada untuk menghadiri agenda resmi FIFA.

Padahal, seluruh rombongan disebut telah memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah. Otoritas perbatasan Kanada kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terkait dugaan keterkaitan beberapa individu dengan IRGC atau Korps Garda Revolusi Iran.

IRGC sendiri masuk dalam daftar organisasi terlarang di Kanada sehingga membuat pemeriksaan terhadap delegasi Iran menjadi lebih sensitif secara politik.

Insiden tersebut langsung memicu reaksi keras dari pihak Iran. FIFA melalui Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada FFIRI atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Iran berharap FIFA mengambil langkah nyata agar seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang setara tanpa dipengaruhi konflik geopolitik antarnegara.***