Mengapa Papua Nugini Menolak Deklarasi Damai Palestina

Mengapa Papua Nugini Menolak Deklarasi Damai Palestina

Mengapa Papua Nugini Menolak Deklarasi Damai Palestina

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Keputusan Papua Nugini menolak Deklarasi New York PBB tentang Palestina menimbulkan pertanyaan besar di panggung internasional.

Pada bulan September 2024, Majelis Umum PBB menyaksikan 142 negara mendukung resolusi damai Palestina, namun 10 negara termasuk Papua Nugini menolak. Keputusan ini sejalan dengan sikap negara-negara Pasifik lainnya yang konsisten menolak inisiatif serupa di PBB.

Menurut pakar politik internasional, sikap Papua Nugini ini dipengaruhi oleh pandangan agama Kristen Evangelis yang melihat Israel sebagai tanah suci. Selain itu, kedekatan politik dan ekonomi negara-negara Pasifik dengan Amerika Serikat dan Israel memperkuat posisi mereka dalam menolak solusi dua negara.

Pengaruh kuat AS terhadap negara-negara Pasifik tidak bisa diabaikan. Papua Nugini dan negara-negara sekitarnya mendapatkan banyak bantuan dari AS, yang juga berupaya mencegah mereka jatuh ke pengaruh China. Ini menempatkan mereka dalam posisi sulit untuk mengambil sikap berlawanan dengan Washington.

Keputusan Papua Nugini dan negara-negara Pasifik lainnya menolak deklarasi damai Palestina menggambarkan kompleksitas hubungan internasional yang dipengaruhi faktor agama, politik, dan ekonomi. Pertanyaannya, bagaimana dunia dapat mencapai perdamaian jika masih ada pengaruh kuat yang menentukan arah kebijakan negara-negara kecil?

(Orbit dari berbagai sumber, 17 September 2025)