Krisis Iklim dan Risiko Zoonosis: Kelelawar sebagai Pemicu Utama

Krisis Iklim dan Risiko Zoonosis: Kelelawar sebagai Pemicu Utama

Krisis Iklim dan Risiko Zoonosis: Kelelawar sebagai Pemicu Utama

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Kelelawar, hewan malam yang sering kali diabaikan, kini berada di pusat perhatian para ilmuwan. Krisis iklim mengubah pola hidup mereka, membawa potensi ancaman baru bagi manusia dalam bentuk penyakit zoonosis yang mematikan.

Peningkatan suhu global akibat krisis iklim membuat kelelawar mencari habitat baru. Migrasi massal ini membawa risiko penyebaran patogen berbahaya seperti virus Hendra dan Nipah, yang dapat menular ke manusia.

Kelelawar dikenal sebagai inang reservoir bagi berbagai patogen. Dengan kemampuan adaptasi yang cepat, mereka bermigrasi ke wilayah baru, membawa serta ancaman penyakit. Menurut Arief Mulyono dari BRIN, tekanan lingkungan dan perubahan habitat memperburuk situasi ini.

Kerusakan habitat alami memaksa kelelawar mendekat ke pemukiman manusia, meningkatkan interaksi yang berisiko. Menjaga kelestarian hutan menjadi krusial untuk mencegah migrasi lebih jauh dan mencegah wabah zoonosis di masa depan.

Refleksi akhir menyoroti pentingnya tindakan preventif dalam mengatasi krisis iklim dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis. Pertanyaannya, apakah kita siap mengambil langkah berani untuk menjaga ekosistem ini sebelum terlambat?

(Orbit dari berbagai sumber, 20 September 2025)