Monopoli Kuota: Memahami Fenomena Dapur Gizi Gratis
ORBITINDONESIA.COM – Isu dapur fiktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengguncang publik, saat monopoli kuota terungkap.
Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam MBG menghadapi tuduhan adanya 5.000 dapur fiktif. Anggota Komisi IX DPR, Irma Chaniago, menyatakan bahwa meskipun dapur bukan fiktif, kuota SPPG dimonopoli oleh pihak tertentu.
Irma menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut mendaftar di semua wilayah untuk menutup kuota. Akibatnya, hanya dua pihak yang beroperasi, sementara 28 kuota diduga diperjualbelikan. BGN bertindak dengan menutup 5.000 kuota fiktif.
Monopoli kuota ini menyoroti masalah dalam mekanisme pendaftaran SPPG. Perubahan kebijakan BGN dari membangun dapur terlebih dahulu menjadi mendaftar dulu menimbulkan celah penyalahgunaan.
Fenomena ini mengajak kita untuk merenungkan efektivitas pengawasan program pemerintah. Haruskah kita memperketat regulasi untuk mencegah monopoli? Atau, bisakah transparansi menjadi solusi untuk masa depan yang lebih baik?
(Orbit dari berbagai sumber, 21 September 2025)