Skandal Proyek Banjir Palsu Filipina: Dampak dan Tuntutan Rakyat

Skandal Proyek Banjir Palsu Filipina: Dampak dan Tuntutan Rakyat

Skandal Proyek Banjir Palsu Filipina: Dampak dan Tuntutan Rakyat

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Ribuan warga Filipina turun ke jalan, memprotes skandal proyek pengendalian banjir yang merugikan negara miliaran dolar. Kemarahan rakyat semakin memuncak setelah Presiden Ferdinand Marcos menyinggung isu ini dalam pidato kenegaraan.

Proyek pengendalian banjir di Filipina yang seharusnya melindungi warga dari bencana, justru menjadi sumber korupsi besar-besaran. Skandal ini menyeret nama-nama besar di pemerintahan dan menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Departemen Keuangan memperkirakan kerugian ekonomi akibat korupsi mencapai 118,5 miliar peso. Namun, kelompok lingkungan seperti Greenpeace menilai angka ini jauh lebih besar, mencapai US$18 miliar. Korupsi yang merajalela ini menambah beban ekonomi dan sosial Filipina.

Kemarahan warga Filipina bukan hanya soal kerugian finansial, tetapi juga pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Skandal ini memperlihatkan ketidakmampuan pemerintah dalam menegakkan hukum dan menindak tegas pelaku korupsi.

Skandal ini menjadi momentum bagi masyarakat Filipina untuk menuntut perubahan. Namun, apakah tekanan publik cukup kuat untuk mendorong reformasi nyata dalam pemerintahan? Hanya waktu yang bisa menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 22 September 2025)