Maoz Inon: Seruan Damai dan Pengakuan Palestina di Tengah Konflik

Maoz Inon: Seruan Damai dan Pengakuan Palestina di Tengah Konflik

Maoz Inon: Seruan Damai dan Pengakuan Palestina di Tengah Konflik

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Maoz Inon, seorang pengusaha pariwisata Israel, kehilangan kedua orangtuanya dalam serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023. Namun, alih-alih membalas dendam, ia memilih jalan rekonsiliasi dan perdamaian.

Konflik Israel-Palestina telah berlangsung lebih dari satu abad, dengan kekerasan yang semakin meningkat. Serangan terbaru oleh Hamas menambah deretan panjang tragedi yang menimpa kedua belah pihak. Maoz Inon melihat pentingnya mengakhiri siklus balas dendam dengan mengakui Negara Palestina.

Gerakan yang dipelopori Inon, 'Tidak untuk Perang – Ya untuk Pengakuan', berusaha mencapai 10.000 tanda tangan sebelum Sidang Umum PBB. Kampanye ini didukung oleh Zazim Community Action, menekankan bahwa pengakuan Palestina adalah langkah penting untuk keamanan dan masa depan yang lebih baik.

Banyak negara, termasuk Perancis dan Inggris, diperkirakan akan mendukung pengakuan Palestina di forum internasional. Inon percaya bahwa tanpa tindakan konkret di lapangan, pengakuan itu tidak akan berarti. Dia menekankan pentingnya sanksi bagi penentang solusi dua negara.

Dalam dunia yang penuh ketegangan, jalan menuju perdamaian seringkali tersembunyi oleh kebencian dan balas dendam. Inon mengingatkan kita bahwa rekonsiliasi dan pengakuan dapat membuka jalan bagi kemakmuran dan keamanan. Akankah dunia mendengar seruannya?

(Orbit dari berbagai sumber, 22 September 2025)