Rupiah Melemah: Tekanan Global dan Domestik di Tengah Volatilitas Ekonomi
ORBITINDONESIA.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot, menciptakan kekhawatiran ekonomi di tengah tantangan global dan domestik.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh tekanan global dan dalam negeri. Depresiasi ini terjadi meskipun AS telah menurunkan suku bunga acuan. Ketidakpastian ekonomi global dan aliran modal yang terbatas ke negara berkembang menambah kompleksitas situasi.
Data dari Refinitiv menunjukkan bahwa rupiah dibuka di posisi Rp16.600/US$, mengalami depresiasi 0,09%. Sebelumnya, rupiah ditutup di posisi Rp16.585/US$, melemah 1,28% dalam sepekan. Meskipun DXY dalam tren pelemahan, volatilitas tetap mempengaruhi aliran modal ke emerging market.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, tetap optimis bahwa rupiah akan stabil dan menguat. Komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah, menawarkan imbal hasil menarik, serta inflasi rendah dan prospek ekonomi yang baik menjadi landasan optimismenya. Namun, tantangan global dan domestik perlu diwaspadai.
Di tengah ketidakpastian, monitoring ekonomi secara berkelanjutan diperlukan untuk menavigasi tantangan ini. Pertanyaannya, bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan peluang di tengah volatilitas global untuk memperkuat perekonomian domestik? Kebijakan ekonomi yang adaptif dan inovatif menjadi kunci.
(Orbit dari berbagai sumber, 23 September 2025)