Efektivitas Rekayasa Lalu Lintas di TB Simatupang: Fakta atau Ilusi?
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah klaim pemerintah tentang penurunan kemacetan di TB Simatupang, pengemudi ojek online memberikan suara berbeda, menantang narasi resmi dengan pengalaman langsung mereka di lapangan.
Sejumlah pengemudi ojek online di Jakarta Selatan membantah klaim Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, terkait efektivitas rekayasa lalu lintas di Jalan TB Simatupang. Kebijakan yang dimaksud belum membawa perubahan signifikan terhadap kemacetan yang terjadi.
Kebijakan rekayasa lalu lintas ini termasuk pembukaan jalur gratis di Gerbang Tol Fatmawati 2. Data pemerintah menunjukkan penurunan kepadatan hingga 24 persen. Namun, ketidakpuasan di lapangan menunjukkan masalah mendasar mungkin lebih kompleks dari sekadar angka statistik.
Para pengemudi menilai kemacetan di TB Simatupang diperparah oleh struktur jalan yang menyerupai botol dan proyek galian yang belum selesai. Mereka merasa kemacetan seolah sengaja diciptakan untuk kepentingan tertentu, menimbulkan kecurigaan akan motif di balik proyek-proyek yang ada.
Perbedaan pandangan antara laporan resmi dan pengalaman warga di lapangan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kebijakan publik. Penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan masukan dari semua pemangku kepentingan agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif dan berkelanjutan.
(Orbit dari berbagai sumber, 23 September 2025)