Penyebab Melemahnya Rupiah: Tantangan Global dan Domestik
ORBITINDONESIA.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot hingga lebih dari Rp 16.500, mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa tekanan dari kondisi global dan domestik memicu pelemahan rupiah. Situasi ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, termasuk kebijakan tarif resiprokal AS yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.
Sejak awal April 2025, nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi tajam, sempat mencapai lebih dari Rp 17.000/US$. BI berupaya melakukan stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing dan pembelian SBN Sekunder. Langkah ini bertujuan meningkatkan likuiditas dan menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
Dalam pandangan BI, stabilitas nilai tukar rupiah adalah kunci untuk menjaga kesehatan ekonomi nasional. Namun, upaya ini memerlukan strategi yang lebih komprehensif, mengingat tekanan dari kebijakan internasional dan dinamika pasar global yang terus berubah.
Pelemahan nilai tukar rupiah mengingatkan kita akan pentingnya koordinasi kebijakan ekonomi yang lebih kuat. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana Indonesia dapat lebih tanggap menghadapi tantangan global yang terus berkembang? (Orbit dari berbagai sumber, 24 September 2025)