Badan Gizi Nasional Tolak Bantuan Tunai, Fokus Pada Program Makan Bergizi
ORBITINDONESIA.COM – Kontroversi mencuat ketika Badan Gizi Nasional (BGN) menolak mengubah skema program makan bergizi gratis menjadi bantuan tunai, meski banyak pihak menyarankan hal itu.
BGN mempertahankan skema makan bergizi gratis yang dirancang untuk meningkatkan gizi anak-anak di Indonesia. Usulan untuk mengubahnya menjadi bantuan tunai muncul akibat sejumlah masalah, termasuk isu keracunan dan selera makan siswa yang beragam. Namun, BGN tetap teguh dengan alasan skema ini mendukung rantai pasok ekonomi desa.
Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, skema ini sudah lama dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa pemberian uang tunai rawan penyalahgunaan, seperti yang terjadi pada kasus di Sumatera Utara. Selain itu, skema ini bertujuan menciptakan kemandirian pangan dan ketahanan pangan lokal, dengan menyerap beras yang dibutuhkan dari petani lokal.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menilai skema saat ini terlalu rumit dan rentan kontaminasi. Ia menyarankan agar BGN mempertimbangkan opsi bantuan tunai yang memungkinkan orang tua menyediakan makanan sendiri. Namun, BGN berpendapat bahwa pendekatan ini dapat mengganggu tujuan utama program dan rantai pasok desa.
Pertanyaan tetap: Apakah program ini akan terus berlanjut tanpa perubahan, atau akan ada pergeseran demi efisiensi dan keamanan? Masyarakat menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan bahwa tujuan program meningkatkan gizi tercapai tanpa risiko yang berlebihan.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 September 2025)