Sub-Neptunus: Dunia Kering di Balik Ekspektasi 'Samudra'
ORBITINDONESIA.COM – Planet sub-Neptunus, yang sebelumnya dianggap sebagai 'dunia air', justru lebih mirip gurun tandus daripada samudra biru.
Selama ini, ilmuwan berasumsi planet lebih besar dari Bumi namun lebih kecil dari Neptunus terbentuk jauh dari bintang induk. Planet ini diduga memiliki lautan tersembunyi di bawah atmosfer hidrogen. Namun, studi terbaru menunjukan sebaliknya.
Penelitian oleh Caroline Dorn dan timnya mengungkapkan bahwa planet-planet ini tidak memiliki lapisan air masif. Simulasi menunjukkan air terperangkap dalam logam dan silikat di interior planet. Bahkan pada planet kaya es, air di permukaan sangat terbatas.
Jika planet Hycean tidak ada, harapan adanya air dan kehidupan mungkin ada di planet berbatu mirip Bumi. K2-18b tetap relevan, memberi wawasan tentang pembentukan planet meski bukan kandidat dunia berair.
Pemahaman baru ini menyarankan Bumi tidak seistimewa yang kita kira. Banyak planet lain juga menyimpan sisa air dalam jumlah terbatas. Apakah Bumi hanyalah planet biasa di kosmos ini? (Orbit dari berbagai sumber, 25 September 2025)