Menguak Kontroversi Menu Hiu Goreng di Program Makan Bergizi

Menguak Kontroversi Menu Hiu Goreng di Program Makan Bergizi

Menguak Kontroversi Menu Hiu Goreng di Program Makan Bergizi

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Menu hiu goreng untuk program makan bergizi gratis di Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah menyebabkan keracunan massal, menimbulkan beragam reaksi dan pertanyaan tentang kearifan lokal dan keamanan pangan.

Program makan bergizi gratis di Ketapang, Kalimantan Barat, menghadapi tantangan serius setelah insiden keracunan massal. Sebanyak 24 siswa dan seorang guru mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap menu ikan hiu goreng. Kasus ini menggugah perdebatan tentang pemilihan bahan makanan yang sesuai dengan kearifan lokal.

Hiu goreng dipilih sebagai menu karena dianggap sesuai dengan kearifan lokal Ketapang, di mana ikan hiu lebih terjangkau dibandingkan di Jakarta. Namun, insiden keracunan memicu evaluasi ulang terhadap menu tersebut. Menurut Nanik S Deyang dari BGN, faktor keracunan tidak hanya disebabkan oleh bahan makanan, tetapi juga adanya kemungkinan alergi yang tumpang tindih. Investigasi mengungkap bahwa data alergi siswa sudah dikumpulkan sebelumnya, namun ada kemungkinan kelalaian di lapangan.

Kasus ini menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan antara menghormati kearifan lokal dengan jaminan keamanan pangan. Meskipun ikan hiu adalah makanan lokal yang umum, keselamatan konsumen harus tetap menjadi prioritas. Selain itu, kasus ini menggarisbawahi pentingnya pendataan dan pengawasan yang lebih ketat dalam penyelenggaraan program makan bergizi, terutama di wilayah dengan kebiasaan makan yang unik.

Insiden keracunan akibat menu hiu goreng di Ketapang memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya memastikan keamanan dan kesesuaian menu dalam program makan bergizi. Ke depan, semua pihak terkait harus lebih waspada dan teliti dalam pelaksanaan program semacam ini. Apakah kita siap mengakomodasi kearifan lokal tanpa mengabaikan standar keamanan pangan? (Orbit dari berbagai sumber, 26 September 2025)