Fenomena Gadun: Stereotip dan Realitas di Era Digital

ORBITINDONESIA.COM – Istilah 'gadun' mengejutkan banyak orang dengan keberadaannya yang tiba-tiba dan maknanya yang kerap disalahartikan. Seiring popularitasnya di media sosial, gadun menjadi sorotan dalam diskusi tentang maskulinitas dan penuaan di era digital.

Gadun, singkatan dari 'ganteng dun' atau plesetan dari 'gadungan', menciptakan stereotip pria paruh baya yang berusaha tampil lebih muda. Istilah ini mulai populer di TikTok sejak 2023 dan menyebar ke platform lain, memicu diskusi sosial yang lebih luas.

Penelusuran Google Trends menunjukkan peningkatan pencarian istilah gadun sejalan dengan tren fesyen retro dan gaya hidup anti-penuaan. Di Indonesia, gadun sering diasosiasikan dengan humor, berbeda dengan istilah 'silver fox' di Barat yang lebih dipandang sebagai pujian.

Fenomena gadun mengungkapkan tekanan sosial pada pria paruh baya untuk tetap terlihat muda. Ini mencerminkan pandangan masyarakat tentang penuaan dan maskulinitas, di mana humor menjadi pelarian dari norma yang membebani.

Gadun tak sekadar istilah, tapi cermin realitas sosial tentang penuaan dan identitas gender. Pertanyaannya, bagaimana kita dapat mengubah persepsi ini menjadi lebih positif dan inklusif?

(Orbit dari berbagai sumber, 27 September 2025)