Trump dan Perang Tarif China: Strategi yang Berbalik Arah

ORBITINDONESIA.COM – Perang tarif Presiden Trump terhadap China tampaknya berbalik arah ketika Beijing berhasil menghindari konsumen AS dan meningkatkan ekspor ke pasar lain.

Presiden Trump memulai perselisihan tarif dengan keyakinan bahwa ekonomi China bergantung pada konsumen AS, sehingga Beijing harus berkompromi. Namun, enam bulan kemudian, China berhasil mengalihkan fokus ekspornya ke pasar global lainnya, mengurangi ketergantungan pada AS.

Data dari Administrasi Umum Bea Cukai menunjukkan pengiriman China ke AS turun 27% pada September, tetapi ekspor ke negara lain meningkat, dengan total ekspor naik 8.3%. Prediksi pertumbuhan ekonomi China pun naik menjadi 4.8% pada 2025, sementara pertumbuhan AS dipangkas menjadi 1.4%.

Ancaman tarif 100% dari Trump mungkin tidak lagi efektif. China menunjukkan ketidakgentaran terhadap ancaman tersebut, menegaskan bahwa ancaman tarif tinggi bukanlah pendekatan yang tepat. Ini semua mungkin bagian dari taktik negosiasi yang mengisyaratkan kemungkinan kompromi di masa depan.

Dengan kedua negara masih dalam jeda tarif hingga 10 November, ada harapan bahwa negosiasi dapat dilanjutkan. Apakah ini hanya permainan diplomatik atau ada niat tulus untuk berkompromi, waktu yang akan menjawab. Pertanyaannya adalah, apakah kedua belah pihak dapat menemukan jalan tengah yang menguntungkan bagi kedua negara?

(Orbit dari berbagai sumber, 14 Oktober 2025)