Peningkatan Ancaman Bakteri Resistan Antibiotik Secara Global

ORBITINDONESIA.COM – Sebuah laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa satu dari enam infeksi bakteri di seluruh dunia pada tahun 2023 resistan terhadap pengobatan antibiotik.

Resistansi antibiotik telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan global, mengancam efektivitas perawatan medis yang menyelamatkan nyawa. WHO menemukan bahwa resistansi antibiotik meningkat di lebih dari 40% kombinasi patogen-antibiotik yang dipantau, dengan beberapa negara Afrika mengalami lonjakan hingga lebih dari 70%.

Di Amerika Serikat, infeksi bakteri resistan antibiotik meningkat sebesar 20% selama pandemi COVID-19. Infeksi Candida auris meningkat hampir lima kali lipat dari 2019 hingga 2022. Biaya tahunan untuk mengobati infeksi ini diperkirakan lebih dari $4,6 miliar. Resistansi tertinggi ditemukan di Asia Tenggara dan Mediterania Timur.

Ketergantungan berlebihan pada antibiotik dan penggunaan yang tidak tepat berkontribusi pada krisis ini. Di Detroit, masalah sosial dan kesehatan memperburuk situasi. Kurangnya akses ke perawatan kesehatan memperparah penyebaran bakteri resistan. Langkah-langkah pencegahan dan inovasi antibiotik baru sangat diperlukan.

Peningkatan resistansi bakteri adalah ancaman yang tidak bisa dianggap enteng. Perlunya perubahan kebijakan global dan perbaikan data resistansi menjadi semakin mendesak. Bagaimana kita akan menghadapi masa depan di mana infeksi bakteri tak lagi bisa diobati?

(Orbit dari berbagai sumber, 15 Oktober 2025)