Deretan Badai Matahari Menuju Bumi, Aurora Spektakuler Mengancam

ORBITINDONESIA.COM – Badai matahari dari tiga lontaran massa korona (CME) menuju Bumi, siap memicu aurora menakjubkan di langit utara, bahkan hingga lintang tengah.

Antara 11 dan 13 Oktober, beberapa CME diluncurkan dari region sunspot AR4246 dan diprediksi mencapai Bumi antara 15 dan 17 Oktober, menurut NOAA. Badai geomagnetik bisa mencapai tingkat G2 (moderat) sebelum kembali ke G1 (minor).

Badai matahari ini berpotensi menyebabkan fluktuasi jaringan listrik dan dampak kecil pada satelit. Cahaya utara bisa terlihat hingga New York dan Idaho. Efeknya bisa berlangsung beberapa hari, dengan puncak aktivitas sekitar 16 Oktober.

Ilmuwan seperti Tamitha Skov mengungkapkan bahwa CME pertama mungkin hanya membawa gangguan ringan, tetapi yang berikutnya bisa memperkuat efek saat tiba berturut-turut. Ini membuka kesempatan bagi pemburu aurora untuk menikmati fenomena alam ini.

Dengan aktivitas matahari yang tinggi akhir-akhir ini, terutama dari sunspot AR4246, kita dihadapkan pada pemandangan langit yang berpotensi memukau. Mari siapkan kamera dan pandangan ke langit, sebab keajaiban alam ini adalah pengingat akan dinamika alam semesta yang luar biasa.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Oktober 2025)