Antibiotik dalam Krisis: Ancaman Resistensi Global
ORBITINDONESIA.COM – Antibiotik, pilar utama pengobatan modern, kini menghadapi ancaman serius. Laporan WHO terbaru mengungkapkan bahwa resistensi antibiotik meningkat tajam, menantang keselamatan intervensi medis yang tak terhitung jumlahnya.
Antibiotik telah merubah infeksi mematikan menjadi gangguan ringan dan membuat intervensi medis seperti operasi dan kemoterapi lebih aman. Namun, setiap penggunaan antibiotik membawa risiko resistensi. Bakteri yang resisten dapat menyebar ketika antibiotik digunakan.
Menurut WHO, sekitar 1 dari 6 infeksi di seluruh dunia kini resisten terhadap antibiotik. Hampir 40% antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi umum telah kehilangan efektivitasnya dalam lima tahun terakhir. Resistensi paling tajam terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan sistem kesehatan yang lemah.
Ramanan Laxminarayan dari One Health Trust menyatakan bahwa kita telah 'berjalan sambil tidur menuju bencana.' Kekurangan sistem pelacakan dan akses mudah ke antibiotik dasar memperburuk situasi di banyak negara. Penggunaan antibiotik yang lebih tua dan lebih beracun mungkin menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa.
Masalah ini memerlukan perhatian global yang lebih baik dan pengembangan antibiotik baru. Tanpa tindakan cepat, kita mungkin kehilangan kemajuan medis yang bergantung pada antibiotik. Refleksi ini mengingatkan kita untuk bertindak sebelum terlambat.
(Orbit dari berbagai sumber, 16 Oktober 2025)