Pertemuan Bersejarah: Putin dan al-Shara Menata Hubungan Baru

ORBITINDONESIA.COM – Dalam langkah mengejutkan, Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut Presiden Suriah Ahmed al-Shara di Kremlin, menandai babak baru dalam hubungan Moskow-Damaskus.

Pertemuan ini terjadi di tengah dinamika politik yang kompleks, di mana Rusia sebelumnya mendukung Bashar al-Assad, pemimpin Suriah yang digulingkan oleh kekuatan pemberontak al-Shara. Meski begitu, Rusia tampaknya bertekad untuk mempertahankan pengaruhnya di Suriah.

Bagi Ahmed al-Shara, seorang mantan operatif Qaeda yang memimpin pasukan pemberontakan melawan Assad di bawah serangan udara Rusia, pertemuan ini adalah kemenangan diplomatik. Di sisi lain, bagi Putin, ini adalah demonstrasi kelihaiannya sebagai taktik geopolitik, menunjukkan kemampuannya untuk mengubah arah kebijakan demi kepentingan Rusia. Hubungan antara Moskow dan Damaskus telah berlangsung sejak 1944, dan upaya untuk menjaga pangkalan militer Rusia di Suriah menjadi prioritas.

Pertemuan ini menunjukkan fleksibilitas Rusia dalam menghadapi perubahan politik di Timur Tengah. Dengan menerima al-Shara, Putin mengisyaratkan kesiapan Rusia untuk menyesuaikan diri dengan realitas baru di Suriah, meskipun itu berarti menjalin hubungan dengan mantan musuh. Ini juga mencerminkan strategi Rusia untuk mempertahankan pengaruh militernya di kawasan tersebut.

Langkah Rusia ini mengundang pertanyaan tentang masa depan hubungan internasional Suriah dan stabilitas regional. Apakah ini akan membuka jalan bagi rekonsiliasi yang lebih luas atau justru menambah kompleksitas geopolitik di Timur Tengah? Hanya waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Oktober 2025)