Fenomena Menakjubkan Hujan Meteor Orionid Tanpa Gangguan Bulan

ORBITINDONESIA.COM – Langit Timur Laut Ohio siap menyuguhkan tontonan menakjubkan saat hujan meteor Orionid mencapai puncaknya tanpa gangguan cahaya bulan.

Hujan meteor Orionid akan mencapai aktivitas maksimum pada malam hari Senin, 20 Oktober, hingga dini hari Selasa, 21 Oktober. Menurut NASA, hingga 20 meteor per jam dapat menghiasi langit malam. Fenomena ini terjadi saat Bumi melewati sisa-sisa debu dari Komet Halley yang terkenal.

Tahun ini, pengamatan akan sangat ideal karena bulan baru tiba tepat pada 21 Oktober, menghilangkan cahaya silau dan memungkinkan meteor redup terlihat jelas. Berbeda dengan hujan meteor Perseids pada Agustus dan Draconids awal bulan ini yang terhalang oleh cahaya bulan yang cerah. Jendela terbaik untuk melihat adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, ketika konstelasi Orion si Pemburu naik tinggi di langit selatan.

Orionid adalah salah satu meteor tercepat, memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 41 mil per detik. Banyak yang meninggalkan jejak bercahaya yang bertahan beberapa detik, dan sebagian dapat menjadi bola api terang yang terlihat bahkan dari langit pinggiran kota. Ini menunjukkan betapa luar biasanya potongan-potongan kecil dari Komet Halley, yang memberikan sekilas sejarah setiap kali terjadi hujan meteor.

Dengan langit yang gelap dan bebas bulan, tahun ini adalah kesempatan ideal untuk menikmati keindahan alam ini. Mengamati hujan meteor Orionid tidak hanya menawarkan pengalaman visual yang memukau tetapi juga menghubungkan kita dengan sejarah panjang Komet Halley. Apakah Anda siap untuk menyaksikan spektakuler ini dari sudut pandang yang berbeda?

(Orbit dari berbagai sumber, 18 Oktober 2025)