Chip Implan dan Kacamata AR: Harapan Baru bagi Penderita Buta

ORBITINDONESIA.COM – Seorang wanita yang sebelumnya buta kini dapat membaca kembali, berkat teknologi canggih chip implan dan kacamata augmented reality.

Age-related macular degeneration (AMD) adalah penyebab kebutaan paling umum pada orang dewasa di atas 65 tahun. AMD memengaruhi makula, pusat retina, menyebabkan kehilangan penglihatan. Dalam kasus lanjut, atrophy geografis merusak sel retina, menyebabkan kebutaan total pada mata. Sekitar 5 juta orang di dunia menderita kondisi ini.

Sebuah uji klinis kecil menunjukkan 80% peserta yang kehilangan penglihatan akibat AMD dapat membaca huruf dan kata setahun setelah mendapatkan chip implan. Chip ini, yang dikenal sebagai sistem PRIMA, berfungsi dengan menangkap gambar menggunakan kacamata AR dan memproyeksikannya sebagai cahaya inframerah ke chip implan. Chip tersebut mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang diinterpretasikan otak sebagai penglihatan.

Dr. Demetrios Vavvas menyebutkan bahwa sistem PRIMA saat ini hanya mengembalikan penglihatan dalam hitam-putih, bukan warna atau skala abu-abu. Meskipun memiliki keterbatasan, teknologi ini bisa menjadi solusi nyata di masa depan. Iterasi perangkat yang lebih baik dapat membawa harapan bagi banyak pasien.

Dengan kemajuan teknologi ini, harapan baru muncul bagi mereka yang mengalami kebutaan akibat AMD. Meskipun masih ada tantangan yang harus diatasi, inovasi ini memberikan secercah harapan. Apakah masa depan akan membawa solusi yang lebih inklusif bagi mereka yang kehilangan penglihatan?

(Orbit dari berbagai sumber, 23 Oktober 2025)