Samsung Galaxy XR: Visi Pro Lite atau Sekadar Ikuti Tren?
ORBITINDONESIA.COM – Samsung baru saja merilis Galaxy XR, perangkat XR Android pertama di pasar, namun apakah ini cukup menarik perhatian konsumen mainstream?
Dengan harga $1,800, Galaxy XR menawarkan teknologi mixed reality yang setara dengan Vision Pro dari Apple, namun dengan harga lebih terjangkau. Namun, seperti Vision Pro, Galaxy XR lebih menyerupai kit pengembang yang dipoles ketimbang perangkat yang siap pakai untuk publik. Konten XR di Android masih terbatas, membuat perangkat ini hanya menarik untuk pengembang yang ingin bereksperimen dengan aplikasi XR.
Samsung meniru banyak aspek dari Vision Pro, seperti desain mirip kacamata ski, layar micro-OLED ganda, dan interaksi gerakan tangan. Namun, tujuan Samsung dan Google tampaknya hanya sekadar menampilkan Android di wajah pengguna. Kurangnya aplikasi XR khusus dan konten 360 derajat yang sudah usang di YouTube menunjukkan bahwa Galaxy XR belum menawarkan sesuatu yang benar-benar baru atau menarik.
Google tampaknya lebih fokus memanfaatkan perangkat XR untuk mempromosikan teknologi Gemini AI mereka, ketimbang mendorong batasan inovasi XR. Sejarah Google dengan proyek VR menunjukkan bahwa mereka mungkin tidak sepenuhnya berkomitmen, mengingat proyek seperti Google Cardboard dan Daydream yang akhirnya ditinggalkan. Samsung dan Google tampaknya hanya mengikuti jejak Apple dan Meta dalam pengembangan XR, tanpa memberikan inovasi yang berarti.
Meski Galaxy XR menunjukkan upaya Samsung mendekati harga lebih terjangkau, pertanyaan besar tetap ada: apakah konsumen benar-benar menginginkan perangkat XR? Pengalaman ini mungkin mempersiapkan Google, Apple, dan Meta untuk mengembangkan kacamata AR di masa depan, namun untuk saat ini, Samsung dan Google hanya terlihat mengikuti langkah Apple dan Meta tanpa inovasi nyata.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 Oktober 2025)