Materi Gelap: Penemuan Baru di Pusat Galaksi Kita

ORBITINDONESIA.COM – Penemuan mengejutkan mengungkapkan bahwa materi gelap di pusat galaksi kita ternyata berbentuk datar, bukan bulat seperti yang selama ini diperkirakan.

Selama lebih dari satu dekade, para astronom dihadapkan pada teka-teki mengenai pancaran sinar gamma energi tinggi dari pusat galaksi Bima Sakti. Hipotesis awal menyebutkan bahwa pancaran ini berasal dari materi gelap yang berbentuk bulat, namun data baru menunjukkan bentuknya yang lebih datar.

Simulasi terbaru oleh Moorits Mihkel Muru dan timnya menunjukkan bahwa materi gelap di pusat galaksi berbentuk datar. Penemuan ini membantu menjelaskan fenomena sinar gamma yang tidak terjelaskan, karena bentuk datar ini sesuai dengan pola pancaran yang diamati. Muru menggunakan simulasi HESTIA untuk menganalisis perilaku materi gelap di lingkungan kosmik yang realistis.

Penemuan ini membuka kemungkinan baru dalam memahami asal-usul sinar gamma di pusat galaksi. Jika materi gelap memang berbentuk datar, maka teori sebelumnya mungkin perlu dipertimbangkan ulang. Namun, tanpa pengamatan lebih lanjut, hipotesis tentang pulsar milidetik masih menjadi alternatif yang kuat.

Dengan teleskop yang lebih canggih sedang dibangun, seperti Square Kilometre Array dan Cherenkov Telescope Array, harapan untuk memecahkan misteri ini semakin besar. Apakah pancaran sinar gamma berasal dari materi gelap atau pulsar, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur galaksi kita menyimpan petunjuk penting. Mungkin, jawaban tentang apa sebenarnya materi gelap akan segera terungkap.

(Orbit dari berbagai sumber, 24 Oktober 2025)