Lonjakan Kasus Campak: Ancaman Kesehatan yang Kian Nyata di Perbatasan Utah-Arizona

ORBITINDONESIA.COM – Ketika satu wabah campak besar mulai mereda di Amerika Serikat, wabah baru justru meletus di perbatasan Utah dan Arizona, menjangkiti lebih dari 100 orang sejak Agustus.

Wabah baru ini muncul di tengah tahun yang sudah suram bagi kesehatan masyarakat di negara tersebut. Kasus campak mencapai titik tertinggi dalam 34 tahun terakhir, dengan wabah besar di barat daya yang menyebar ke lebih dari 880 kasus di Texas, New Mexico, dan Oklahoma.

Mayoritas kasus di Utah dan Arizona terjadi pada orang yang tidak divaksinasi. Di Mohave County, tingkat vaksinasi turun dari 90% pada tahun ajaran 2019-20 menjadi 78% pada 2024-25. Utah dan Arizona memperbolehkan pengecualian vaksinasi karena alasan pribadi, agama, atau medis, yang berdampak pada peningkatan jumlah pengecualian.

Penurunan tingkat vaksinasi ini terkait dengan politisasi vaksin selama pandemi, menciptakan budaya anti-vaksin yang semakin meluas, terutama di Utah Barat Daya. Jessica Payne, epidemiologis dari Utah, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren ini, mengingat risiko penularan di komunitas yang tidak divaksinasi.

Dengan meningkatnya jumlah wabah, AS berisiko kehilangan status eliminasi campak. Hal ini bisa menjadi aib bagi negara yang memiliki sumber daya untuk mengendalikan penyebaran virus. Tantangan ini menuntut refleksi mendalam tentang pentingnya vaksinasi untuk melindungi masyarakat dari ancaman yang dapat dicegah.

(Orbit dari berbagai sumber, 26 Oktober 2025)