Menguak Rahasia Pemanasan Kosmik Pasca Big Bang

ORBITINDONESIA.COM – Seabad setelah Big Bang, alam semesta memasuki babak baru: 'epoch of reionization', di mana atom hidrogen netral mulai terionisasi oleh cahaya UV dari bintang-bintang pertama.

Penelitian baru berusaha memahami kondisi kosmik di akhir 'masa kegelapan kosmik' sebelum reionisasi dimulai. Dengan memanfaatkan data dari teleskop Murchison Widefield Array di Australia Barat selama satu dekade, para peneliti menyimpulkan bahwa reionisasi tidak dimulai dengan 'awal yang dingin'.

Setelah Big Bang, alam semesta mendingin dan berkembang hingga proton dan elektron bergabung membentuk atom hidrogen. Pada masa 'kegelapan kosmik', alam semesta dipenuhi hidrogen netral hingga bintang-bintang pertama muncul. Studi ini mengungkapkan bahwa pemanasan, kemungkinan besar dari lubang hitam dan sisa-sisa bintang, sudah dimulai sekitar 800 juta tahun setelah Big Bang.

Menyelidiki masa lalu kosmis bukanlah tugas yang mudah. Dengan peralatan yang ada, para astronom harus melakukan banyak pengurangan untuk memisahkan sinyal dari kebisingan kosmik. Ketidakhadiran sinyal dingin menunjukkan pemanasan sudah terjadi. Teori menyebutkan sinar-x dari lubang hitam awal dan sisa-sisa bintang memicu pemanasan ini.

Dengan teknik yang ada, para ilmuwan optimis dapat menemukan sinyal yang hilang. Meski belum terlihat, keyakinan bahwa sinyal tersebut pasti ada terus memotivasi pencarian lebih lanjut. Ini adalah pengingat bahwa alam semesta menyimpan banyak misteri yang menanti untuk diungkap.

(Orbit dari berbagai sumber, 26 Oktober 2025)