Drama Politik di Kamerun: Presiden Tertua Dunia Raih Masa Jabatan Kedelapan
ORBITINDONESIA.COM – Paul Biya, presiden tertua di dunia, kembali terpilih untuk masa jabatan kedelapan, memicu protes di seluruh Kamerun.
Paul Biya, yang telah memerintah sejak 1982, memenangkan pemilu yang diperdebatkan dengan memperoleh 53,7% suara. Pemilu ini memicu protes di berbagai kota, termasuk Douala dan Garoua, menyoroti ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan yang dianggap otoriter.
Kamerun menghadapi berbagai krisis seperti kekerasan jihad di utara dan pemberontakan separatis di barat. Di tengah situasi ini, Biya jarang muncul di publik dan lebih sering berada di luar negeri, menambah ketidakpastian dan ketidakstabilan di dalam negeri.
Oposisi, termasuk Issa Tchiroma Bakary, menuduh pemerintah memanipulasi hasil pemilu. Dengan populasi muda yang mendambakan perubahan, kepemimpinan Biya dianggap menahan perkembangan demokrasi di Kamerun.
Dengan situasi politik yang tegang dan protes yang terus berlanjut, masa depan Kamerun berada pada titik kritis. Apakah perubahan pemimpin akan membuka jalan bagi reformasi atau memperdalam krisis politik di negara ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 29 Oktober 2025)