Amazon Pangkas 14,000 Pekerja, AI dan Efisiensi Jadi Pemicu
ORBITINDONESIA.COM – Amazon mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 14,000 karyawan di seluruh dunia, sebuah langkah besar yang dipicu oleh adopsi kecerdasan buatan dan efisiensi yang lebih tinggi.
Amazon mengalami guncangan besar dengan rencana pemutusan kerja global menyusul peningkatan penggunaan AI. Langkah ini adalah bagian dari upaya untuk mengatasi kelebihan perekrutan selama pandemi dan mengurangi biaya menjelang musim penjualan liburan.
Pengurangan tenaga kerja Amazon memberikan pandangan awal tentang dampak luas AI terhadap pekerjaan. CEO Andy Jassy mengisyaratkan pemotongan ini akibat otomatisasi tugas rutin. Amazon berencana mengeluarkan sekitar $118 miliar untuk infrastruktur AI dan cloud tahun ini.
Walaupun pemotongan ini menimbulkan kekhawatiran, ini juga mencerminkan upaya Amazon untuk tetap kompetitif dan inovatif. Galetti menyatakan AI adalah teknologi paling transformatif sejak Internet, mempercepat inovasi perusahaan.
Pemangkasan tenaga kerja ini mengundang refleksi tentang masa depan pekerjaan di era AI. Apakah efisiensi sebanding dengan pengurangan tenaga kerja manusia? Hanya waktu yang dapat menjawab. (Orbit dari berbagai sumber, 29 Oktober 2025)