DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Jaksa Sebut Eliezer Sempat Berdoa Sebelum Tembak Brigadir Yosua

image
Bharada Eliezer sempat berdoa di sebuah ruangan sebelum menembak Brigadir Yosua atas perintah dari Ferdy Sambo

 

ORBITINDONESIA – Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E disebut sempat berdoa sebelum menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hal ini disampaikan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dalam persidangan perdana Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Diketahui, Richard Eliezer Pudihang Lumiu ikut datangi rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga pada 8 Juli 2022 setelah sanggupi permintaan Ferdy Sambo untuk menembak Nofriasnyah Yosua Hutabarat.

Baca Juga: Ini Dia Profil Hakim di Sidang Ferdy Sambo, Pernah Vonis Mati Pengedar Narkoba

Setelah tiba di rumah dinas itu dari rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling 3 nomor 39, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Eliezer pun langsung mengikuti Kuat Ma’ruf yang merupakan salah satu asisten rumah tangga Ferdy Sambi ke lantai dua.

Menurut Jaksa, setelah tiba di rumah dinas Duren Tiga, Kuat langsung menutup pintu balkon meski suasana masih sore dalam keadaan terang benderang.

“Saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu juga naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar ajudan dan bukannya berpikir untuk mengurungkan dan menghindarkan diri dari kehendak jahat tersebut, saksi justru melakukan ritual berdoa berdasarkan keyakinannya meneguhkan kehendaknya sebelum melakukan perbuatan merampas nyawa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat,” kata jaksa dalam persidangan.

Baca Juga: Hari ini, Bharada Richard Eliezer Jalani Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

Sebelum peristiwa maut itu terjadi, Ferdy Sambo meminta Eliezer untuk menembak Yosua. Permintaan itu disampaikan di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling.

Setelah itu, Ferdy Sambo berangkat menuju rumah dinas menggunakan mobil Lexus LX 570 dikawal oleh ajudan Adzan Romer dan dikemudikan oleh Prayogi Iktara Wikaton.

Setelah tiba, Ferdy Sambo turun dari mobil dan hendak masuk ke rumah. Saat itu menurut Romer, Sambo sudah kenakan sarung tangan berwarna hitam.

Baca Juga: Jadi Sorotan Publik Proses Sidang Ferdy Sambo Dipantau Langsung, KY: Cegah Hakim Langgar Etik

Lalu, saat Ferdy Sambo bergegas turun dari mobil, pistol HS yang semula digunakan oleh Yosua tetapi lebih dulu diambil setelah kembali dari Magelang sempat terjatuh.

Saat itu Romer sempat ingin mengambil pistol yang terjatuh itu tetapi dilarang oleh Ferdy Sambo. Saat itu Eliezer dan Kuat sudah lebih dulu berada di dalam rumah dipangil oleh Ferdy Sambo.

"Wat, mana Ricky dan Yosua...panggil!!!" kata Sambo sebagaimana ditirukan jaksa.

Baca Juga: Pembelaan Ferdy Sambo: Brigadir J Lucuti Paksa Pakaian Putri Candrawathi di Kamar

Setelah itu Kuat Ma’ruf dan Richard Eliezer turun. Sambo meminta Eliezer kokang pistol Glock yang digunakannya. Kuat kemudian meminta ajudan Sambo, Bripka Rick Rizal masuk ke rumah dengan mengajak Yosua.

Kuat pun menyiapkan pisau di dalam sebuah tas yang dibawah untuk berjaga-jaga jika Yosua melawan.

Setelah Yosua masuk, Sambo langsung pegang leher bagian belakang Yosua dan mendorongnya ke arah tangga.

Baca Juga: Tanpa Hati, Ferdy Sambo Tembak Kepala Brigadir J saat Sekarat di Lantai

Saat itu, Sambo perintahkan Yosua untuk jongkok. Yosua yang saat itu bingung mengangkat kedua tangannya ke depan sejajar dengan dada dan sempat mundur dan bertanya. Seketika itu juga Sambo perintahkan Eliezer untuk tembak Yosua

“Woy… ! Kau tembak… ! Kau tembak cepat !! Cepat woy kau tembak !!” kata Sambo menurut dakwaan jaksa.

Eliezer kemudian mencabut pistol yang disimpan di pinggang sebelah kanan dan mengarahkan moncongnya ke arah Yosua. Saat itu Eliezer melepaskan 3 atau 4 tembakan sehingga Yosua jatuh dan terkapar.

Baca Juga: Siapa Adzan Romer, Polisi yang Berani Menodongkan Pistol ke Ferdy Sambo? Ini Profilnya

Saat Yosua sekarat dan tubuhnya masih bergerak, Sambo yang sudah kenakan sarung tangan hitam lantas mengambil senjata api yang digunakan ajudannya itu dan lepaskan tembakan ke arah belakang kepala Yosua hingga korban meninggal.***

Berita Terkait