Jutaan Warga Amerika Kehilangan Bantuan Makanan Akibat Pembekuan Dana SNAP
ORBITINDONESIA.COM – Lebih dari 42 juta warga Amerika Serikat terancam kehilangan akses ke manfaat Program Bantuan Nutrisi Tambahan (SNAP) pada bulan November mendatang akibat pembekuan dana.
Saat ini, pemerintahan AS sedang menghadapi penghentian operasi pemerintah yang telah mengganggu berbagai layanan publik, termasuk bantuan makanan melalui SNAP. Tanpa adanya dana darurat yang dicairkan, distribusi manfaat ini dihentikan per 1 November, yang membuat banyak keluarga berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Meskipun kartu EBT yang digunakan untuk mengakses dana SNAP masih dapat berfungsi dengan sisa dana bulan sebelumnya, kebanyakan penerima manfaat cenderung menghabiskan dana mereka dalam bulan yang sama saat diterima. Menurut Lauren Bauer dari Brookings Institution, sekitar 80% dari manfaat dihabiskan dalam dua minggu pertama, dan 97% dihabiskan sebelum akhir bulan. Hal ini menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat pada manfaat ini sebagai sumber utama pendapatan untuk kebutuhan pokok mereka.
Pandangan skeptis muncul dari beberapa negara bagian yang menyarankan agar warga memanfaatkan sepenuhnya dana mereka sebelum 31 Oktober. Langkah ini mencerminkan ketidakpastian yang dirasakan oleh warga dan pemerintah lokal dalam menghadapi situasi ini. Di sisi lain, beberapa negara bagian seperti Virginia dan Colorado telah mengambil langkah proaktif dengan mendeklarasikan keadaan darurat guna mengalokasikan dana tambahan atau mendukung bank makanan lokal.
Pembekuan dana SNAP tidak hanya berdampak pada keluarga penerima manfaat, tetapi juga berpotensi menurunkan pendapatan toko grosir. Dengan berakhirnya penghentian operasi pemerintah, diharapkan manfaat yang terlewat akan disalurkan kembali. Namun, muncul pertanyaan apakah langkah-langkah sementara ini cukup untuk mengatasi dampak jangka panjang dari krisis ini.
(Orbit dari berbagai sumber, 30 Oktober 2025)