Fenomena Kelelawar Bercahaya: Penemuan Tak Terduga di Amerika Utara

ORBITINDONESIA.COM – Kelelawar bercahaya mungkin terdengar seperti elemen dekorasi Halloween, tetapi penelitian terbaru dari Georgia mengungkapkan bahwa enam spesies kelelawar di Amerika Utara memancarkan cahaya hijau di bawah sinar ultraviolet.

Penemuan ini menambah daftar mamalia bercahaya yang terus berkembang. Namun, alasan mengapa beberapa mamalia berbulu bersinar sementara yang lain tidak, masih menjadi misteri. Studi ini dipublikasikan di jurnal Ecology and Evolution.

Studi ini dipimpin oleh Briana Roberson, yang terinspirasi dari laporan sebelumnya tentang mamalia bercahaya. Dengan menggunakan 60 spesimen dari enam spesies kelelawar, mereka menemukan bahwa sayap dan tungkai belakang kelelawar tersebut memancarkan luminesensi hijau. Penelitian juga mencoba menentukan fungsi dari fenomena ini, namun hingga kini, jawabannya masih belum ditemukan.

Fenomena ini memicu pertanyaan lebih lanjut mengenai evolusi dan fungsi dari cahaya ini pada mamalia. Steven Castleberry, salah satu penulis studi, menyatakan bahwa mungkin saja cahaya ini tidak memiliki fungsi ekologi yang jelas atau pernah memiliki fungsi di masa lalu yang kini sudah hilang.

Penemuan ini menegaskan bahwa fenomena fluorescence umum terjadi pada mamalia. Kenny Travouillon dari Western Australian Museum menyatakan pentingnya melanjutkan penelitian untuk memahami lebih jauh fenomena ini. Dengan lebih dari 6,000 spesies mamalia di dunia, masih banyak yang harus diungkap. Pertanyaan tentang mengapa mamalia bercahaya tetap menjadi misteri yang menarik untuk dipecahkan.

(Orbit dari berbagai sumber, 31 Oktober 2025)