Akhir Waktu Musim Panas: Mengapa Kita Masih Mengubah Jam?
ORBITINDONESIA.COM – Pergeseran waktu kembali terjadi saat waktu musim panas berakhir, membawa kita pada pertanyaan penting: mengapa Amerika Serikat masih mengubah jam dua kali setahun?
Daylight saving time (DST) dimulai pada 9 Maret dan berakhir pada hari Minggu pertama di bulan November. Praktik ini dirancang untuk memperpanjang siang hari selama musim panas dengan menggeser matahari terbenam satu jam lebih lambat.
Sejak diatur oleh Standard Time Act pada 1918, DST telah mengalami perubahan signifikan. Meski sempat dihapus pada 1919, praktik ini kembali diterapkan selama Perang Dunia II dan distandarisasi pada 1966 dengan Uniform Time Act. Namun, tidak semua negara bagian di AS mengikutinya, seperti Hawaii dan sebagian besar Arizona.
Beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa DST permanen dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas dan kejahatan. Namun, banyak juga yang menentangnya karena waktu matahari yang ideal seharusnya terjadi pada tengah hari. Perubahan jam dianggap lebih baik untuk ritme biologis manusia.
Meski ada upaya legislatif untuk membuat DST permanen, seperti Sunshine Protection Act, tantangan masih ada. Pertanyaan besarnya adalah: apakah kita siap mengubah kebiasaan ini demi kesejahteraan yang lebih baik? (Orbit dari berbagai sumber, 1 November 2025)