Ancaman Terorisme di Era Digital: Rekrutmen Lewat Game Online
ORBITINDONESIA.COM – Kepala BNPT RI menyoroti tren baru rekrutmen terorisme via game online, memicu kekhawatiran global.
Dalam dekade terakhir, platform digital telah menjadi wadah subur bagi aktivitas radikalisasi. Perekrutan terorisme kini merambah game online, menjadikan anak muda target empuk. Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Eddy Hartono, mengungkapkan bahwa jaringan terorisme di Indonesia semakin masif memanfaatkan media sosial dan permainan daring untuk menyebar ideologi kekerasan.
Tren perekrutan lewat game online bukanlah hal baru, namun intensitasnya meningkat. Anak-anak yang asyik bermain sering kali tak menyadari agenda tersembunyi. Ali Rashid Alnuaimi dari Hedayah menegaskan, ancaman ini bersifat global. Data menunjukkan bahwa interaksi di dunia maya, termasuk game, dapat menjadi pintu masuk bagi ideologi ekstremis.
Melihat fenomena ini, peran BNPT menjadi krusial. Program Duta Damai menjadi strategi kontra radikalisasi, mengajak generasi muda menyebarkan pesan damai. Namun, pertanyaan pentingnya adalah bagaimana publik, terutama orang tua, bisa lebih waspada dan terlibat aktif dalam memantau aktivitas online anak-anak mereka?
Menghadapi ancaman ini, kolaborasi semua pihak sangat diperlukan. Edukasi dan kesadaran masyarakat harus ditingkatkan, agar anak muda tidak terjerumus. Apakah kita siap untuk menghadapi tantangan terorisme yang terus berevolusi di dunia digital?
(Orbit dari berbagai sumber, 9 Januari 2026)