Strategi Pengelolaan Sampah Tangsel: Solusi Sementara atau Jalan Buntu?

Strategi Pengelolaan Sampah Tangsel: Solusi Sementara atau Jalan Buntu?

Strategi Pengelolaan Sampah Tangsel: Solusi Sementara atau Jalan Buntu?

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Pemkot Tangerang Selatan menghadapi dilema pembuangan sampah, merogoh kocek Rp 90 juta per hari untuk mengirim 200 ton sampah ke Cileungsi, Bogor, setelah TPAS Cilowong diblokade warga. Langkah ini diambil untuk menghindari tumpukan sampah di permukiman dan ruang publik Tangsel.

Masalah sampah di Tangerang Selatan mencuat ketika warga memprotes pembuangan sampah di TPAS Cilowong, Serang. Akibatnya, Pemkot Tangsel harus mencari solusi cepat agar sampah tidak menumpuk di kota. Sebagai langkah sementara, sampah dialihkan ke Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Pemkot Tangsel membayar Rp 450 ribu per ton kepada PT Aspex Kumbong, total Rp 90 juta sehari. Kendala utama adalah waktu yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah sendiri. Sementara itu, biaya tinggi terus membebani anggaran daerah, menuntut solusi jangka panjang.

Langkah Pemkot Tangsel menunjukkan keputusasaan dalam pengelolaan sampah. Meski mendapat dukungan Kementerian Lingkungan Hidup, ketergantungan pada pihak ketiga bisa jadi tidak berkelanjutan. Apakah ini mencerminkan kurangnya perencanaan matang dalam penanganan sampah?

Keberlanjutan strategi ini patut dipertanyakan, apakah solusi sementara bisa berkembang menjadi solusi permanen? Pemkot Tangsel perlu mencari jalan keluar yang lebih efektif dan lestari untuk memastikan kota tetap bersih dan sehat. Akankah ada inovasi baru dalam pengelolaan sampah yang bisa diandalkan di masa depan?

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Januari 2026)